Diduga Gelapkan 18 Milliar Uang Kliennya, Oknum Notaris & PPAT Dimeja Hujaukan

0
456

Surabaya Panjinasional – Rabo (15/7) Entah otak kotor apa dibenak pikiran ketiga para pelaku penggelapan uang sebesar Rp 18 milliar tersebut, sehingga sama-sama nekat dan sepakat berkonspirasi gelapkan uang milik korbannya Anna Listyani Tanudirjo SE. Sedangkan Tiga pelaku dugaan penggelapan uang sejumlah Rp 18 milliar diantaranya Terdakwa Yohanes, Jonathan dan Praditio Hutama SE (berkas terpisah ).

Sidang perdana secara telekonfrence dibuka dan terbuka untuk umum digelar diruang Cakra pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dibacakan Pompy JPU dari Kejari Surabaya menyidangkan dua terdakwa yakni Yohanes Agus Pramono SE (46) warga Bogangin Karangpilang Surabaya dan terdakwa Jonathan SH (33) warga Buduran Sidoarjo.

Dalam surat dakwaan nomor perkara : PDM-353/Euh.2/06/2020 jaksa penuntut umum Pompy menjerat kedua terdakwa terdakwa dengan pasal 372 Jo pasal 55 tentang penggelapan dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun.

Dengan skenario awalnya sekitar April 2016 saksi Praditio Hutama SE berpura pura minta tolong kepada terdakwa Yohanes dan terdakwa Jonathan untuk dicarikan dana talangan sebesar Rp 18 milliar untuk membayar hutangnya kepada Albert Widjayatmo warga purwokerto Jawa tengah.

Kemudian terdakwa Yohanes dan terdakwa Jonathan sudah mempunyai target sasaran yang didatangi dan akan dijadikan tumbalnya yakni Anna Listyani Tanudirjo SE .

Penyampaian terdakwa ketika bertemu korban Anna terdakwa Jonathan yang sehari-hari berprofesi sebagai notaris & PPAT ini menjanjikan keuntungan 7 % dan ditambah jaminan sertifikat tanah lokasi di daerah Pakis Aji Malang.

Singkatnya sekitar bulan Mei 2016 terdakwa Yohanes dan Jonathan mempertemukan korban Anna dengan calon peminjamnya Praditio Hutama dikawasan super market Mayjend Sungkono Surabaya.

Skenario dalam pertemuan tersebut sudah dibuat oleh ketiga pelaku diantaranya, Praditio sebagai calon peminjam mengatakan kepada korban Anna, jika dirinya dipinjami dana talangan sebesar Rp18 milliar untuk lunasi hutangnya kepada Albert dalam hitungan menit saja Praditio akan dipinjami lagi oleh Albert sebesar Rp 27 milliar dan langsung pinjamannya Rp 18 milliar langsung dikembalikan kepada korban Anna.

Aksi Praditio, untuk meyakinkan kepada korban Anna sambil berucap ”Sudah Bu yakin 1000 % saya jamin, saya tambahi jaminan sertifikat tanah SHM nomor : 00135 lokasinya di daerah Pakis Aji Malang seluas 1.030 Ha a/ n Praditio .

Nanti akan segera dibuatkan IJB dan kuasa menjual dihadapan notaris” tegas Praditio. Penyampaian Praditio diyakinkan pula oleh terdakwa Yohanes dan Jonathan yang akan bertanggung jawab untuk mengawalnya sampai tuntas urusannya, kemudian korban Anna yakin dan meminjami uang kepada Praditio sebesar Rp 18 milliar dihadapan terdakwa Yohanes dan Jonathan.

Kemudian sekitar Juni 2016 terdakwa Yohanes dan Jonathan mengundang Korban Anna di McD daerah Mayjend Sungkono guna untuk menandatangani Akta Perikatan jual beli kuasa menjual, dan surat pengosongan lokasi dihadapan notaris Yanuar Syamsudin SH. Hadir dalam penanda tanganan tersebut terdakwa Yohanes, Jonathan, Praditio dan istrinya termasuk korban Anna Listyani.

Selanjutnya, sekitar 26 Juni 2016 terdakwa Yohanes dan Jonathan mengabari korban Anna, bahwa pada 29 juni nanti akan ada pencairan dana Rp 27 dari Albert di Purwokerto.

Singkatnya pada 29 juni Terdakwa Yohanes, Jonathan, Praditio, dan Anna dengan menggunankan pesawat menuju Jakarta dan langsung ke Purwokerto ke rumah Albert.
Diduga hanya skenario tipu daya ketiga pelaku penggelapan saja, ternyata Albert sudah tidak lagi mau meminjami Praditio seperti yang diceritakan kepada Anna sebelumnya dan Praditio tidak mau mengembalikan uang Anna sebesar Rp 18 milliar.

Akibat perbuatan ketiga pelaku, korban Anna merasa ditipu Rp18 milliar hingga melaporkan ke polisi dan kini ketiganya harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sidang dilanjutkan Selasa depan ( 21/7 ) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi (ys/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here