FIB Ajukan Uji Materi Permenkes Nomor 3 /2020 ke MA

0
278
Dari kanan Ketua FIB Ahmad Subagio. Nomor dua dari kanan Mirza Zulkarnaen, SH MH kuasa hukum FIB

Jakarta, www.panjinasional.net – Farmasi Indonesia Bersatu (FIB) mengajukan uji materi Permenkes nomor 3 tahun 2020 tentang klasifikasi dan perijinan rumah sakit ke Mahkamah Agung , Jum’at sore 10 Juli 2020.
Para pemohon diantaranya Syam Anggoro S Si Apt dan Dian Rut Palupi itu diketuai oleh Ahmad Subagio A Pt.

Menurut Apoteker Ketua FIB Ahmad Subagio, layanan kefarmasian sesuai PMK nomor 72 tahun 2016 dapat memberikan manfaat secara klinis bagi pasien. Karena itu, terbitnya PMK nomor 3 tahun 2020, mengancam praktek profesi apoteker dan gangguan stabilitas manajement rumah sakit serta berdampak pada keselamatan pasien.
Berdasar atas hal itu, FIB mengajukan lima tuntutan diantaranya layanan kefarmasian merupakan profesi yang profesional dan mandiri sebagai bagian daripada layanan rumah sakit. Meningkatkan layanan farmasi yang menjamin tak ada medication error. Serta upaya penuh tingkatkan layanan kepada para pasien.


Sementara itu, Mirza Zulkarnaen selaku kuasa hukum FIB menjelaskan perlu menempatkan profesi apoteker secara proporsional sebab profesi apoteker sangat profesional dibidang obat. “Saatnya di era modern ini dalam sebuah rumah sakit ada tim terdiri atas dokter, apoteker dan perawat khusus ketika memeriksa perkembangan pasien rawat inap, dengan tujuan agar apoteker bisa menanyakan langsung rasa dari reaksi obat yang dikonsumsi pasien”, kata Mirza Zulkarnaen.
Dengan melakukan kontrol pasien seperti ini, niscaya bisa mengeliminir kasus-kasus mal obat atau kekeliruan penggunaan obat yang membuat pasien tidak nyaman atau bahkan kematian.(wr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here