Dishub Bersama FLLAJ Gelar Diskusi Revitalisasi Kawasan Tertib Lalin ( KTL ) Menuju Kawasan Tertib Hukum ( KTH ) di kota Batu

0
33
Dishub Bersama FLLAJ Gelar Diskusi Revitalisasi Kawasan Tertib Lalin ( KTL ) Menuju Kawasan Tertib Hukum ( KTH ) di kota Batu

Panjinasional.net kota Batu || Wakil Walikota Batu, H Punjul Santoso buka Diskusi Forum Lalu Lintas  dan Angkutan Jalan kota Batu dengan tema “Revitalisasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Menuju Kawasan Tertib hukum (KTH) di kota Batu”, kegiatan ini dilaksanakan di hotel Aster Batu.

Selain dibuka, kegiatan acara ini dihadiri oleh Wakil Wali kota Batu. Selain itu, juga dihadiri langsung oleh kepala Dinas Perhubungan Drs Imam Suryono, Kesatlantas Polres Batu Lya Ambarwati, Kepala Dinas Pendidikan Eny, Kepala Dinas Kesehatan , DLH , PUPR , Organda, selasa (20/9/2022) pagi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Drs Imam Suryono menyebutkan, kota Batu termasuk kota yang punya KTL ( Kawasan Tertib Lalulintas ) yakni jalan Patimura, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sultan Agung. 

” Dengan adanya KTL ini maka akan diupayakan untuk ditingkatan menjadi Kawasan Tertib Hukum ( KTH ) agar masyarakat membiasakan untuk tertib hukum dan tertib lalin. Pembentukan forum lalu lintas dan angkutan umum ini juga sebagai wadah koordinasi dengan masyarakat dan organda, paguyuban angkot dan pemangku kepentingan “, ungkapnya.

Wakil Wali kota Batu, Ir H Punjul Santoso mengatakan, lalu lintas dan angkutan jalan sangat kompleksitas. Maka untuk mengatur lalu lintas  diperlukan koordinasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi.

” Seperti di area Pasar Besar kota Batu, merupakan lokasi yang menjadi sentral kegiatan perekonomian masyarakat, maka banyak menimbulkan kemacetan.  Oleh karena itu diperlukan rekayasa lalin yang sangat baik, karena Kota Batu hanya punya satu jalan utama, dan tidak mungkin dihindarkan dari kemacetan,” tandas Punjul.

Wakil Walikota Batu juga menyambut baik adanya forum diskusi ini, karena dapat menyelesaikan persoalan lalin dan menganalisa serta menentukan solusi atasi yang ditimbulkan lalu lintas.

” Jalan yang ada di Batu merupakan jalan kecamatan bukan jalan kota yang lebar, karena kota Batu berawal dari kecamatan yg ditingkatkan menjadi kotamadya seperti saat ini. Perluasan jalan yang dilakukan dinas PUPR hanya memperluas jalan kanan kiri, itu pun terhalang dengan pohon dan rumah penduduk, ” imbuhnya.

Untuk itu diharapkan dengan adanya peningkatan status KTL menjadi KTH akan menciptakan tingkat kesadaran Hukum masyarakat dan harus diimbangi dengan memperbanyak pemasangan SCCTV milik Dishub dan di upadate untuk mengatasi kemacetan dan mengetahui pelanggaran masyarakat serta kemacetan lalu lintas.

” Masyarakat bisa menikmati kelancaran lalu lintas, aman dan tertib yang akhirnya bisa meminimalisir terjadinya konflik di masyarakat ” imbuhnya.

Kasat Lantas Polres Batu AKP Lya Ambarwati SIK mengungkap Kawasan Tertib Hukum ( KTH ) sebagai pilot proyek masyarakat untuk memelihara keamanan dan tertin lalin.

” Untuk mewujudkan KTH diperlukan sinergitas antara polri, dishub dan satpol PP, dengan demikian kawasan tersebut dapat ciptakan rasa aman dan nyaman serta tertib lalin dan tertib hukum ” tegas Kasat Lantas.

Kasat Lantas menyebutkan saat ini sudah terpasang 1 titik yaitu, Jalan A.Yani ( Simpang 4 BCA sisi selatan dari  8 titik kamera  E-TLE yang langsung merekam kejadian pelanggaran lalin. 

” 8 titik pemasangan Kamera  E-Tle berada di Jalan Tronojoyo ( depan  Gereka Jago); Jalan Gajah mada ( depan klenteng); Jalan A.Yani ( Simpang 4 BCA sisi selatan ); Jalan Pangsud ( depan pos 8.0); Jalan Brantas ( simpang 3 bendo); Jalan Imam Bonjol ( depan hotel imam bonjol ); Jalan Diponegoro ( deoqn Lippo Plaza) dan Jalan Pattimura ( depan dealer Yamaha ), ” papar Lya Ambarwati.

Sementara itu kabid angkutan dinas perhubungan kota Batu Chilman Suadi menjelaskan, langkah yang dilakukan usai kegiatan diskusi forum dengan meningkatkan KTH sebagai kegiatan lalu lintas, diperlukan sosialisasi secara masif dan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait.

” Kami akan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait hasil rekomendasi hasil forum lalulintas ini. Seperti revitalisasi pulau jalan yang ada di jalan Dewi Sartika depan pasar Batu. ” pungkasnya.

Saat sesi diskusi, Kepala Dinas Pendidikan kota Batu Eny juga menjelaskan, beberapa area yang rawan kemacetan terutama di sekitaran jalan yang berada diwilayah gedung sekolah, karena saat ini kegiatan belajar pelajar di kota Batu sudah 100 persen.

” Namun untuk mengantisipasi kemacetan sudah diberlakukan pulang bergantian bagi para pelajar dengan cara menjadwal waktu pulangnya. Selain itu, juga akan di berikan larangan bagi pelajar SMP yang membawa motor sendiri saat bersekolah “, jelasnya. ( Er/Bs )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here