P4TM Gelar Deklarasi Guna Mengembalikan Kejayaan Petani Tembakau Madura

0
11
Pelaksanaan Deklarasi P4TM guna mengembalikan kejayaan tembakau di Madura.

PAMEKASAN, PANJINASIONAL.net – Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) menggelar deklarasi di Aula Bersama Jalan Raya Pasar Bumbungan Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (6/8/2022).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tampak hadir dalam acara Deklarasi P4TM yang mengambil tema “Menggugat Kejayaan Petani Tembakau Madura” Bahkan Akhsanul Kosasih dan Wakil Bupati Pamekasan RB. Fattah Jasin, Ketua DPRD Pamekasan M. Halili, Bupati se-Madura yang diwakili, Tokoh Ulama, Tokoh masyarakat, kepala desa se kabupaten Pamekasan dan ribuan Petani Tembakau memenuhi aula bersama tersebut. 

Ketua Umum P4TM Khoirul Umam mengatakan, bahwa deklarasi P4TM itu sebagai wadah aspirasi petani tembakau se-Madura. Selain itu, untuk menindaklanjuti keluhan-keluhan petani dan pedagang tembakau.

“Kita mengusahakan mudah-mudahan ke depan pihak pemerintah dan pabrikan bisa merespon apa yang diinginkan petani,” kata Khoirul Umam saat diwawancarai para awak media. 

Menurut pria yang akrab di sapa H. Her tersebut, tembakau Madura merupakan salah satu solusi kebutuhan para petani tembakau Madura.

“Ini linier dengan yang disampaikan oleh tokoh nasional yaitu putra daerah Madura bapak Achsanul Qosasi dan masyaikh  bahwa tembakau Madura itu dulu menjadi solusi dari pada kebutuhan petani tembakau Madura,” paparnya.

H. Her menambahkan, agenda besar P4TM yaitu akan menindaklanjuti iktikad Gubernur Jawa Timur untuk menjalin sinergitas bersama pemerintah.

“Anjloknya harga tembakau Madura disebabkan beberapa faktor. Sebagai organisasi P4TM kami akan melakukan diskusi dan bertemu dengan gubernur dan bupati akan menyampaikan problematika yang terjadi sekarang ini,” paparnya.

“Kami akan berikhtiar bersama masyaikh dan tokoh yang memiliki kebijakan kami akan membangun sinergi ini, inilah solusinya tujuannya hanya ingin mengembalikan kejayaan petani tembakau Madura,” harapannya.

Sementara dalam sambutannya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa 40% produksi tembakau di Indonesia berasal dari Provinsi Jawa Timur dan sekitar 35% dari Madura. 

Kata Khofifah sapaan akrabnya, sekitar dua setengah tahun yang lalu pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan Menteri Keuangan untuk menyampaikan persoalan tembakau.

“Apa yang tadi disampaikan oleh bapak Khoirul Umam (Ketua P4TM), dua setengah tahun lalu saya juga menyampaikan itu ke Bu Menteri Keuangan beberapa dirjen mengikuti beliau,” ucap Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Waktu itu direkomendasikan agar ada semacam training house. Tadi pagi saya matur ke KH. Rafi’i dan barusan saya matur ke bapak Achsanul Qosasi Anggota BPK RI, bahwa tidak jauh dari tempat ini ada Bakorwil. Bakorwil ini siap untuk dijadikan training house bagi para petani tembakau se-Madura. Silahkan, jadi akan ketemu, ini para petani tembakau, ini trader dan ini Buyer,” pungkasnya. (Put). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here