Bupati dan Masyarakat Konsisten Tolak Tambang Emas di Trenggalek

0
9
Petisi Tolak Tambang Trenggalek

Aliansi Rakyat Trenggalek Memunculkan Petisi Dukungan Bupati Trenggalek Tolak Tambang Emas di Trenggalek yang telah ditandatangani dan diserahkan kepada Bupati Trenggalek pada hari Senin, 29 Maret 2021.

Petisi tersebut menjadi lampiran pendukung surat permohonan peninjauan ulang atas penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi milik PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN) yang dikirim Bupati Trenggalek kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Surat dikirim pada tanggal 18 Mei 2021.

Surat yang dikirimkan Bupati Trenggalek tersebut baru dibalas oleh Kementerian ESDM pada tanggal 12 Februari 2022, terpaut 8 bulan sejak surat dikirimkan. Isi surat balasan dari Kementerian ESDM tersebut ada 4 poin, yaitu:

1).Sesuai dengan studi kelayakan yang sudah disetujui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Nomor 545/2859/124.2/2018 tanggal 31 Agustus 2018, bahwa area yang digunakan untuk kegiatan operasi produksi (project area) adalah seluas 396,5 Ha.

Di luar wilayah tersebut PT SMN dapat melakukan kegiatan eksplorasi lanjutan dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan rencana kerja dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara;

2). PT SMN diminta untuk melakukan kajian aspek teknis, keekonomian, dan lingkungan terkait penciutan secara bertahap sebagian area Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT SMN yang termasuk dalam kategori Kawasan Lindung Karst, Sempadan Mata Air, dan Kawasan Rawan Longsor sesuai dengan yang tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Trenggalek yang berlaku;

3). Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sesuai kewenangannya memastikan PT SMN melakukan kegiatan pertambangan dengan menerapkan kaidah pertambangan yang baik dan benar (Good Mining Practice) dimana pembinaan dan pengawasannya dilakukan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disampaikan setiap tahun serta laporan realisasi yang disampaikan setiap triwulan dengan mengacu pada dokumen studi kelayakan yang telah disetujui;

4). PT SMN diminta secara aktif menyampaikan program-program kerja terkait kegiatan eksplorasi lanjutan, kegiatan operasi produksi, serta kegiatan penunjang lain secara terbuka kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Pemerintah Trenggalek meminta izin produksi perusahaan tambang emas, PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN) ditinjau ulang, bahkan dibatalkan. Permintaan ini tampaknya tak digubris Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. KESDM membalas surat dan tetap memberi lampu hijau pada perusahaan.

Pada poin kewajiban dan persyaratan pemegang izin lingkungan disebutkan, izin lingkungan usaha dan atau kegiatan dinyatakan kedaluwarsa apabila rencana usaha dan atau kegiatan tidak dilaksanakan dalam jangka waktu tiga tahun terhitung sejak izin lingkungan ini terbit. Izin lingkungan SMN terbit 28 September 2018. Berarti, sudah tiga tahun lewat tujuh bulan bila hitung mundur hingga kini.

Kami akan tetap melawan upaya eksploitasi PT SMN di Trenggalek, karena ini adalah ruang hidup kami. Terima kasih dan terus dukung kami untuk konsisten menghalau mereka dari bumi Trenggalek.@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here