Jika Masyarakat Kesulitan atas Pelayanan Tingkat Kelurahan. DPRD Surabaya Membuka Pintu

0
24
Cak Buleks/ H. Budi Leksono SH, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya

Panjinasional.net Surabaya || Dalam langkah berbenah diri pasca pandemi Covid-19 ini. Pemkot Surabaya masih harus melangkah dan berupaya dengan program pemulihan ekonomi yang semakin digaungkan hingga ke seluruh pelosok Kota Surabaya.

Ditemui usai rapat DPRD. Selaku Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Budi Leksono pun menanggapi, untuk merealisasikan kesemuanya program memang tidak mudah. Namun diperlukan keterlibatan semua OPD-OPD yang ada di seluruh Pemkot Surabaya, untuk selalu konsisten dan komitmen terhadap kinerjanya masing-masing.

Terkait pelayanan publik. Dalam rapat pembahasan Raperda Kota Surabaya Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2021, Komisi A DPRD Kota Surabaya mengundang pejabat Pemkot beserta para Camat dan lurah di seluruh Kota Surabaya. Guna mendengarkan secara langsung adanya temuan,  kendala agar bisa dicarikan solusi bersama.

“Tadi kami sudah mendengarkan banyak keluhan dan permasalahan, dari wilayah kerja masing-masing para lurah dan telah menemukan solusi, termasuk jarak tempuh pelayanan kesehatan ke pemukiman warga,” ungkap Budi Leksono, Jum’at (01/07/2022).

Menurut Cak Buleks panggilan akrab Budi Leksono, bahwa rapat pada hari ini memang sangat luar biasa penuh dengan manfaat. Dan sudah menjadi tugas serta tanggung jawab DPRD Kota Surabaya untuk mendengar, membantu dan mencarikan solusi. Termasuk menjembatani pihak kelurahan, kecamatan hingga ke tingkat dinas sekalipun dalam penyelesaian sebuah masalah.

“Ham ini sudah menjadi tugas serta tanggungjawab DPRD Kota Surabaya untuk mendengar, membantu dan mencarikan solusi. Termasuk menjembatani pihak kelurahan, kecamatan hingga ke tingkat dinas sekalipun untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan tuntas,” ujar Budi Leksono dari fraksi PDIP.

Ditambahkan Budi Leksono, dari sisi lain terkait anggaran APBD, ia bersama para Anggota DPRD Kota Surabaya akan terus mengawal dan mengawasi, terutama yang menjadi prioritas khusus warga Kota Surabaya selama ini.

“Kami berharap Pemkot Surabaya melalui para lurah di setiap wilayah kerjanya, untuk selalu bisa hadir di setiap permasalahan jika ada keluhan dari warganya masing-masing. jangan sampai tidak tahu jika ada warganya sendiri ketika sedang mengalami permasalahan. Kami pun akan tetap mengawal dan mengawasi, termasuk penggunaan anggaran APBD,” tegas Buleks.

Dalam kesempatan ini, Budi Leksono juga memberikan apresiasi terhadap program Walikota dengan membuka pintu khusus pada setiap hari Jum’at siang, untuk menerima, menampung dan mencarikan solusi setiap permasalahan keluhan warga, melalui kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Kota Surabaya.,“Kami sangat apresiasi terhadap program Walikota dengan menerima, menampung dan mencarikan solusi setiap permasalahan keluhan warga, melalui setiap kelurahan dan kecamatan yang ada di seluruh Kota Surabaya,” ucap Budi Leksono.

“ Hal Ini juga harus diimbangi dengan respon lurah yang harus tanggap terhadap setiap permasalahan warganya. Sehingga, apa yang menjadi keluhan masyarakat segera terselesaikan dengan tuntas dan tidak berlarut-larut,” imbuh kader banteng yang dikenal sangat dekat dan sering menerima pengaduan dari warga.

Budi Leksono menekankan dan mengingatkan kepada para lurah, bahwa DPRD Kota Surabaya selalu siap mengawal serta selalu membuka pintu untuk diajak berkoordinasi. Dan jangan sampai DPRD Kota Surabaya ini mendengar keluhan dari para warga yang tidak-tidak, terkait pelayanan publik yang ada di kelurahan dan di kecamatan.

“Jangan sampai seolah-olah adem ayem, namun ada salah satu kelurahan di Surabaya dikeluhkan oleh warganya sendiri terkait buruknya pelayanannya. Dan jangan sampai kami menerima pengaduan secara langsung dari warganya sendiri, karena kami tidak segan untuk langsung kroscek kebenarannya,” ujar Budi Leksono.

Seiring dengan perkembangan pelayanan publik sekarang sudah kearah serba digital, dia juga berharap ada Bimtek (Bimbingan Teknis, red) dari Pemkot Surabaya dalam waktu dekat.,“Agar SDM yang ada di tingkat kecamatan hingga tingkat kelurahan cepat tanggap dan paham di bidang IT (Informasi dan Teknologi) guna bisa lebih cepat dalam melayani masyarakat,” katanya.

Lurah berada di garis depan dalam pelayanan publik di wilayah Pemerintahan Kota Surabaya, tambah Budi. Sehingga seluruh komponen kelurahan harus bertanggung jawab kepada warganya jika permasalahan tersebut termasuk dalam ranahnya.

“Lurah adalah garda di Pemkot Surabaya, jangan sampai setiap permasalahan di pelayanan publik belum selesai malah dikembalikan ke warganya sendiri. Harus berani bertanggung jawab dan harus berjiwa besar dalam melayani masyarakat dengan tuntas. Dan untuk menyelesaikan setiap permasalahan, Lurah harus turun secara langsung ke masyarakat” tegas Budi Leksono.

Disaat awak media menyinggung lagi, apakah DPRD Kota Surabaya benar-benar selalu membuka pintu untuk setiap keluhan dari warga terutama dari para lurah yang membutuhkan untuk berkoordinasi, Cak Buleks menegaskan, bahwa pintu dewan akan selalu terbuka setiap saat kepada warga Kota Surabaya yang membutuhkan.

“Sekali lagi saya sampaikan, kami ini adalah dewan di setiap wilayahnya. Tidak usah pilih-pilih, yang penting bisa hadir. Kehadiran kami juga harus ada manfaatnya bagi masyarakat, karena kinerja dewan dituntut tidak hanya memberikan kritik yang membangun. Namun juga harus bisa memberikan edukasi, serta mencarikan solusi yang lebih baik lagi kepada masyarakat luas,” papar Budi Leksono.

“Jangan seolah-olah dewan ini cuma sebagai pengawas yang dianggap hanya menakut-nakuti para OPD di Dinas, kecamatan hingga di kelurahan dengan kritikannya. Namun justru kami sangat senang mendapatkan laporan, diajak koordinasi serta evaluasi. inilah bentuk sinergitas kami dengan Pemkot, serta turut serta mendukung program Walikota dalam percepatan pemulihan ekonomi di Kota Surabaya,” ucap Cak Buleks.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here