Sebagai Pilot Projek Penerapan STID Pelabuhan Tanjung Perak. Kepala OP: Sistem Kita Lebih Maju dari Tanjung Priok

0
16

Panjinasional.net Surabaya – Kabar terbaru Pelabuhan Tanjung Perak dan Otoritas Pelabuhan Utama Surabaya bakal menerapkan aplikasi sistem layanan sigle truck identification data (STID), dan Sistem Monitoring Tenaga kerja bongkar muat (SIMON TKBM), kendati program ini jauh hari sudah dilakukan oleh terminal petikemas  di Pelabuhan tersibuk ke dua setelah Tanjung Priok, hanya saja data dari terminal satu ke terminal yang lain masih belum terkoneksi, Namun karena ini merupakan program pemerintah dan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pilot projectnya maka harus  di implementasikan.

” Sebetulnya untuk hal ini Pelabuhan Tanjung Perak lebih maju ketimbang Pelabuhan tanjung priok, namun karena ini pilot project Tanjung Priok ya tetap kita ikuti tetapi sistem yang ada tidak kita ubah karena sistem kita lebih maju ketimbang Tanjung Priok” kata kepala Otoritas Pelabuhan utama Tanjung Perak Yefri Meidison saat kegiatan Launching Go Live Implementasi Sistem Layanan Single Truck Identification Data (STID) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TBKM) bertempat di Lantai 2 Gedung Terminal Gapura Surya Nusantara,Selasa (28/06/22).

Hal ini merupakan dua aksi pemangkasan birokrasi dan peningkatan layanan di kawasan pelabuhan dari 12 aksi stranas PK atau yang sering disebut sebagai Aksi Pelabuhan. Dimana Aksi Pelabuhan tersebut berdasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dan Keputusan Bersama Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Kepala Staff Kepresidenan tentang Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2021-2022.

Dia menambahkan, bahwa tujuan diadakannya sistem tersebut adalah menyediakan basic data yang terkonsolidasi untuk semua Truck ID, memberikan kemudahan dalam identifikasi semua entitas yang berinteraksi, meningkatkan/Optimalisasi kinerja pelayanan Operasional Pelabuhan, meningkatkan Sterilisasi, keamanan dan keselamatan (orang & barang) di area Lini I Pelabuhan Tanjung Perak dan area operasional Terminal Petikemas dan Non Petikemas serta sebagai dukungan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).

Sedangkan 2 diantara peran dan tanggung jawab BUP Pelindo dalam implementasi STID ini adalah, menyediakan sistem elektronik/digital yang digunakan dalam penerapan STID meliputi aplikasi, perangkat pendaftaran dan cetak kartu, kartu STID, STID Center, dan petugas yang menjamin terlaksananya penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Perak, menyimpan master data, melakukan perawatan dan pengembangannya sesuai arahan dari Otoritas Pelabuhan. Hadirnya STID Center juga sebagai upaya untuk membantu percepatan pelaksanaan layanan sistem STID di pelabuhan Tanjung Perak, tim teknis didalamnya akan senantiasa membantu para pengusaha truk yang akan mendaftarkan kegiatan operasional truknya. ” Letak STID Center sendiri tersedia di Ex.Gedung PPSA Pelindo Sub Regional Jawa sekaligus menyediakan petugas untuk melayani pendaftaran, cetak kartu STID dan informasi lain yang dibutuhkan pelanggan” pungkas Onny.

Yefri menambahkan bahwa Tujuan kami ini tentunya tidak akan tercapai jika tidak ada dukungan dari Badan Usaha Pelabuhan selaku operator pelabuhan, para pengerah dan penyedia jasa tenaga kerja bongkar muat serta asosiasi-asosiasi jasa kepelabuhanan di lingkungan pelabuhan Tanjung Perak.

“Maka dari itu tidak lupa saya selaku Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak mengapresiasi setinggi-tingginya dan berterima kasih atas kontribusi, kinerja dan dukungan hingga terlaksananya penerapan sistem layanan STID dan Simon TKBM ini di Pelabuhan Tanjung Perak” ungkapnya.

Aksi Pelabuhan berlangsung dalam kurun waktu 2021-2022, tahun 2021 sudah dimulai proses aktualisasi dalam pembenahan tata kelola pelabuhan, mulai dari regulasi, sumber daya manusia dan sistem layanan kepelabuhanan dengan fokus pembenahan pada logistik pelabuhan, pembenahan regulasi, percepatan implementasi Nasional Logistik Ekosistem (NLE) dan  pembenahan sistem layanan juga, “penataan tumpang tindih regulasi, penataan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), “. kata Jefri.

Harapannya seluruh wilayah Pelindo dapat menerapkan sistem STID dan Simon TKBM ini, sebagai salah satu langkah pembenahan terhadap tata kelola kepelabuhanan yang memberikan dampak terhadap efektifitas dan efisiensi pelayanan di kawasan pelabuhan.(net**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here