Ditemukan Produk Bulu Ayam Diolah Menjadi Pakan Ternak. DLH: Akan kami pantau ke lapangan

0
45

Panjinasional.net Mojokerto || Setelah mendapatkan informasi, Tim wartawan Panjinasional yang telah mendapatkan laporan dari masyarakat didukung temuan di lokasi J**** Kab.Mojokerto adanya pabrik pengolahan bulu ayam diduga di olah untuk pakan ternak. 

Pada saat itu jam 2 siang 14 juni 2022 dilokasi tersebut juga timbulnya bau yang sangat menyengat. Lalu tim melakukan penyisiran di area lokasi, memang benar ada aktifitas pabrik, sehingga tim berusaha ingin bertemu dengan pengolah lahan pabrik untuk konfirmasi atas apa yang dirasakan warga di sekitar lokasi.

Disaat melewati jalan area sekitar hingga memasuki pabrik tersebut, saat itu dari pihak PT BCB mempersilakan masuk untuk bertemu hanya dengan menejemen saja, karena direktur pabrik sedang di luar alias tidak di tempat. 

Dalam pertemuan itu tim menanyakan bentuk perijinan AMDAL UKL UPL dan SIPA katanya sudah mengantongi ijin dari dinas terkait,  tetapi untuk surat Layak Operasional belum dapat menunjukan meskipun pihak manajemen menjelaskan dengan dalil masih proses di DLH Kab Mojokerto.

Pihak manajemen mengaku sudah dilakukan Uji Fungsi Udara pada tgl 26 05 2022 juga ditunjukkan dari pihak manajemen ke tim investigasi wartawan panjinasional.net

Awak media ini juga sudah mengkonfirmasikan soal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi ternyata pihak DLH sudah menerima pengajuan untuk masalah limbah udara sebelum tim bertemu dengan pihak menejemen. Dan akan layangkan surat dalam 14 hari kerja seperti yang pernah dikeluarkan oleh pihak DLH Provinsi.

Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Zaqqi, saat dikonfirmasi juga mengaku, akan terus memantau pabrik bulu ayam tersebut.

Apalagi, menurut Zaqqi. sebelumnya, tercatat ada sepuluh ketentuan yang pernah dilanggar oleh PT BCB sejak perusahaan ini beraktivitas.

Pihak DLH Mojokerto juga sempat menjatuhi sanksi pemaksaan administrasi terhadap pabrik pengolahan bulu ayam yang di produksi menjadi tepung untuk bahan baku pakan ternak itu. “Akan kami pantau ke lapangan. Dalam waktu dekat akan kami undang pemiliknya ke kantor DLH” ujarnya.@kris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here