Tanpa Tersangka, Polres Gresik Kirim SPDP Kasus Pernikahan Manusia Dengan Kambing Ke Kejaksaaan

0
11

GRESIK, www.panjinasional.net — Kejaksaan Negeri Gresik telah Menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Satreskrim Polres Gresik terkait kasus pernikahan nyleneh ‘Manusia dengan kambing’ yang sempat menghebohkan warga Gresik dan dinyatakan oleh MUI sebagai salah satu bentuk Penistaan Agama.

Penyidik Polres Gresik telah mengirimkan Surat Perintah Dimualinya Penyidikan (SPDP) dengan nomor : SPDP/118/IV/2022 Reskrim tertanggal 20 Juni 2022 terkait kasus pernikahan manusia dengan kambing di pesanggarahan milik Nur Hudi Didin Arianto anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem ke Kejaksaan Negeri Gresik tanpa nama tersangka.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik, Ludy Himawan mengaku pihaknya tidak memiliki hak terkait dengan SPDP tanpa nama tersangka dari penyidik Polres Gresik.”Dengan dikirimkannya SPDP dari Polres Gresik, berarti penyidik telah yakin sudah ada tersangkanya,” kata Ludy saat press rilis di Kantor Kejari Gresik, Selasa (21/6).

Ditegaskan Ludy, pihaknya tidak bisa mengintervensi siapa yang bakal dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Gresik, karena bukan ranah Kejaksaan. “Jadi siapa yang bakal ditersangka-kan bukan ranahnya. Karena itu masih jadi ranah Polres Gresik,” tegas dia

Kendati tidak memiliki kewenangan menanyakan siapa tersangkanya setelah SPDP dikirim, tetapi pihak kejaksaan memiliki limit waktu untuk menanyakan perkembangan kasus yang sudah dinyatakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik sebagai perbuatan penistaan agama.

“Karena kasusnya masih sidik oleh Polres Gresik kami tidak berhak menanyakan siapa tersangkanya. Tetapi jika selama 30 hari sejak SPDP dikirim tidak mengirimkan berkas perkembangan penyidikan kami akan mengirimkan surat untuk menanyakan perkembangan perkara ini,” ungkapnya

Dijelaskan Ludy, pihak Kejari Gresik dalam kasus ini telah menugaskan lima jaksa penyelidik untuk memantau perkembangan kasus yang mencoreng icon Gresik sebagai Kota santri. “Kami menugaskan lima jaksa penyelidik untuk memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Menanggapi surat SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Gresik oleh penyidik Polres Gresik, praktisi hukum dari Universitas Airlangga Surabaya, I Wayan Titip Sulaksana mengaku gembira. Menurutnya dengan lahirnya SPDP berarti kasus atensi masyarakat luas ini ada perkembangan yang signifikan.

“Alhamdulillah….berarti meningkat dr penyelidikan menjadi penyidikan….ini artinya sdh ada tersangkanya…,” ungkap Wayan Titip, Selasa (21/6).

Ia meminta kepada jajaran penyidik Polres Gresik untuk tegas dan segera menahan para tersangkanya. “Tinggal minta penyidik utk menahan para tersangka krn sanksi pidananya lebih dr 5 tahun…,” tandasnya.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here