Konsep Pembinaan dan Edukasi Kesampingkan Tindakan Non Yustisial Perizinan?

0
93

Panjinasional.net Sumenep | Publik sempat dibuat bangga dengan dibentuknya Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan (TTP3) di Kabupaten Sumenep. Karena telah dibentuknya TTP3 ini diharapkan mampu untuk membuat suatu terobosan baru guna menertibkan usaha tambak udang yang diduga bermasalah (ilegal), Namun pasca Tim tersebut dibentuk malah muncul konsep pembinaan dan edukasi dari TTP3.

Padahal kalau menilisik dari potongan lampiran yang diterima Wartawan yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Sumenep dari Ketua TTP3. Pada Diktum kedua salah satunya menyebutkan Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan adalah kelompok kerja penertiban perizinan.  

” Menugaskan kepada Kelompok Kerja Penertiban Perizinan sebagaimana yang dimaksud dalam Diktum kedua angka 2 untuk; 

a). Menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah/Keputusan Kepala Daerah terkait perizinan;

b). Menyelenggarakan kondisifitas ketertiban dan ketentraman dan kelancaran pada kegiatan pembangunan atau kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

c). Melakukan tindakan penertiban nonyustisial perizinan terhadap jenis usaha yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku;

d). Melakukan tindakan penyelidikan terhadap pelaku kegiatan pembangunan atau kegiatan usaha yang diduga melakukan pelanggaran atas ketentuan aturan perizinan;

e). Melakukan tindakan administratif terhadap pelaku kegiatan pembangunan atau kegiatan usaha yang melakukan pelanggaran atas ketentuan atau aturan perizinan.

Namun dengan munculnya konsep pembinaan dan edukasi dari TTP3 ini terkesan mulai kesampingkan salah satu poin yang tertuang didalam potongan lampiran yang menyebutkan melakukan tindakan penertiban nonyustisial perizinan terhadap jenis usaha yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku?.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Ka Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Drs, Ach Laili Maulidy, M. Si, saat ditemui usai rapat di Kantor Pemkab Sumenep, dan ditanya mengenai tim penindakan nonyustisial mengatakan, jadi pada hakekatnya ketika Tim teknis itu sudah melakukan pembinaan dan penyuluhan dan segala macam, itu baru tim nonyustisial.

” Tim nonyustisial itu hanya menyampaikan nanti penyuluhan, pembinaan kepada mereka-mereka. Ini lho Perdanya, ketika misalnya sampean nanti melanggar Perda, syaratnya tim OPD teknis dulu yang harus masuk,” kata Ach, Laili Maulidy, Selasa (21/6/2022) di Kantor Pemkab Sumenep.

Menurut Laili, Pol PP itu belakang, setelah OPD teknis melakukan pembinaan penyuluhan fasilitasi dan segala macam baru Satpol PP.

Ternyata mereka masih melanggar.,” Kami disitu secara SOP juga harus melakukan pembinaan juga, penyuluhan juga terkait dengan ini. Ini lho Pak Perdanya seperti ini, ketika mereka, Bapak kaule (saya,red) masih dalam proses ngurus selesai sudah,” tukasnya.

Bentuk laporan Tim kepada Satpol PP terkait dengan pembinaan itu? Dikatakan Laili belum. Jadi besok (hari ini,red) itu baru pembukaan sosialisasi, dokumentasi perizinan berusaha berbasis resiko itu DPMPTSP.

” Besok (hari ini,red) itu mau dilakukan semacam sosialisasi lanjutan, kemarin dari Tim Perizinan TTP3 sudah mengundang para petambak itu di ruang Arya Wiraraja, itu sudah diundang dan mereka sudah diberikan sosiasilasi terkait perizinannya dan mereka sudah dan yang hadir waktu itu mereka sudah sepakat akan melakukan pengurusan izin. Ini tindak lanjutnya,” kata dia menjelaskan.

Data sementara yang sudah dikantongi Satpol PP, terkait dengan tambak yang berizin dan tidak berizin?, Pihaknya menegaskan tidak ada. ” Berproses, kalau data fixnya yang berizin dan tidak berizin itu kan memang selama ini di DPMPTSP, kami kemarin cuman dapat data secara global 700 sekian itu jumlah petambak udang,” sambungnya.

” Cuma waktu berjalan saking banyaknya orang-orang yang berusaha bertanya, berapa sih yang berizin. Itu 26,” ujarnya. Sedangkan sisanya berarti tidak berizin timpal Wartawan?. ” Iya.” ucapnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here