JEP Kembali Hadirkan Dua Saksi Meringankan, Ini Hasilnya

0
19

Panjinasional.net Kota Malang ; Sidang  ke- 18 dugaan asusila yang terjadi di SPI kota Batu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Malang, jalan Ahmad Yani, No.198, Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dengan agenda menghadirkan dua orang saksi meringankan yang didatangkan oleh terdakwa. Rabu (22/6/2022 ).

Usai sidang, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Edy Sutomo SH.MH menjelaskan, pada sidang hari ini dengan agenda mendengarkan keterangan dari dua orang saksi meringankan yang di hadirkan oleh kuasa hukum terdakwa.

” Saksi yang pertama berinisial SU, dulunya merupakan siswi satu angkatan dengan pelapor mulai 2008 sampai 2011 hingga bekerja di SPI. Kemudian saksi kedua berinisial MSM, yang sekarang ini bekerja di salah satu hotel di Madiun sebagai front office.

Untuk agenda sidang berikutnya akan digelar pada Senin 27 Juni 2022 dengan agenda menghadirkan dan mendengarkan keterangan dua orang saksi ahli yang dihadirkan oleh terdakwa “, jelas Edy Sutomo SH MH yang juga sebagai Kasi Inteljen Kejari Batu.

Dilokasi berbeda, Jefry Simatupang SH MH selaku Kuasa Hukum JEP menyampaikan bahwa dirinya semakin yakin bahwa kliennya tidak bersalah, setelah mendengarkan keterangan dari para saksi.

” Saksi merupakan teman se-angkatan saat bersekolah di SPI, yaitu 2008  hingga 2011. Saksi menjelaskan, ia dan teman-temannya dulu juga pernah didatangi oleh pelapor untuk diajak keluar dari SPI, karena saksi merasa tidak pernah ada masalah dan tidak ada kejadian apa-apa, maka saksi tidak keluar dan tetap di SPI.

Saksi juga menerangkan bahwa merasa tidak pernah ada peristiwa seperti yang dilaporkan ke polisi oleh pelapor. Justru saksi mempertanyakan kepada pelapor kenapa melakukan hal itu, padahal kejadian itu tidak ada dan tidak pernah terjadi ” katanya.

Ditambahkan juga oleh Philipus Harapenta Sitepu, S.H., M.H yang juga Kuasa Hukum JEP bahwa dalam keterangan, saksi kedua menyebutkan saksi pernah menyaksikan dan mengetahui bahwa pelapor bersama pacarnya pernah menginap di hotel tempatnya bekerja sebelum laporan polisi (LP), yaitu sekitar Januari 2021, sedangkan laporan polisi dilakukan Mei 2021.

“ Untuk itu kami merasa bahwa pada fakta persidangan hari ini semakin menguatkan dan mendukung bahwa klein kami tidak bersalah dan tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan, ” tegas Philipus. ( Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here