Beredar Video di YouTube, 3 Aktor Pernikahan Manusia dengan Kambing Mengaku ‘Damai’ Dengan MUI

0
16

GRESIK, www.panjinasional.net — Beredar video para pelaku perkawinan Manusia dengan kambing di sebuah tempat di Pamenang kabupaten Kediri yang di unggah di YouTube ‘Sanggar Cipta Alam ‘ yang baru di unggah.

Didapatkan fakta jejak digital, mereka mengunggah video berdurasi kurang lebih 4 menit 47 detik di chanel Youtube ‘Sanggar Cipta Alam’ yang diunggah beberapa jam yang lalu ketiga pelaku (Arif Saifullah, Saiful Arif dan Krisna) didampingi tiga perempuan berpakaian adat Jawa dengan bangga dan percaya diri bahwa yang mereka lakukan dan ditetapkan sebagai penistaan agama oleh MUI, mereka anggap hanya mis komunikasi belaka. Mereka memberi judul dikanal Youtub itu, ‘Satrio Piningit Bersama Sri Rahayu Berkunjung ke Pamenang-Kediri’

“Semoga kunjungan kami ini membuka wacana apa yang terjadi pada tanggal 5 bulan 6 (tahun) 2022 yaitu pernikahan manusia dengan domba. Semoga materi kami bisa membukakan wacana pola pikir kita yang lebih dewasa. Bukan berarti saya menggurui atau saya yang paling benar. Apa yang kita tampilkan wujud domba itu suati isyarat. Bagaimana kita menunjukkan ke publik domba ini kita tunjukkan ayam, gak mengena materinya. Tujuan kami biar kita bisa membaca simbol simbol dialam semesta ini. Jangan ditelan mentah-mentah,” kata Arif Saifullah yang saat mengucapkan syahadat dan peetaubatan menangis terisak dihadapan para Kiyai di Masjid Agung Gresik beberapa waktu yang lalu.

Dalam traskrip visual video dijadikan kutipan yang diambil dari jejeka digital mereka, sangat jelas bahwa mereka merasa dan bahkan mengakui diri sama sekali tidak bersalah. Bahkan ia mengaku sudah berdamai dengan MUI dan sudah dinyatakan tidak murtad. “Ini semua hanya mis komunikasi. Kita sudah bertemu dengan MUI bersama jajaranya kita sudah berdamai dinyatakan sudah tidak murtad, dan menyimpang dari agama Islam,” katanya dengan nada tanpa beban.

Menurut Choirul Anam, pimpinan LSM Informasi Dari Rakyat (IDR) ini adalah kasus serius karena jadi perhatian dan atensi publik sebaiknya dengan beredarnya video yang menampilkan vulgar bahwa mereka seolah olah yang benar bukan fatwa MUI itu patut menjadi catatan khusus penyidik.

“Mereka sama dengan mengabaikan dan bahkan mengjina fatwa ulama, MUI yang jelas menyatakan perbuatan kelompok ini menista agama Islam. Tetapi karena dibiarkan berkeliaran mereka mencoba memframming bahwa seolah olah tindakan biadab mereka itu benar. Inilah kalau para tersangka tidak segera ditahan. Mereka masih bebas berkeliaran mencari pembenaran atas peristiwa perkawinan tersebut” ujar Anam

Dikatakan Anam, yang juga sebagai pelapor kasus ini, mereka berusaha mempengaruhi Mindset pemirsa agar apa yang dilakukan adalah sebuah karya seni.. “Jika ini dibiarkan akan merusak nilai – nilai agama, budaya dan peradaban manusia.

LP sudah turun tidak ada alasan lagi untuk tidak menahan para tersangka. Isak tangis menyatakan bertaubat dihadapan para kyai hanya omong kosong, sandiwara, mereka aktor pandai bersandiwara dihadapan para kyai, meneteskan air mata,” pungkasnya.

Tiga aktor kasus undangan ‘ngunduh mantu’ yang ternyata menikahkan Manusia dengan Kambing di pesanggarahan keramat di Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng, milik Ki Ageng Nur Hudi alias Nur Hudi Didin Arianto anggota DPRD Gresik abaikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik.

Pertaubatan mereka dihadapan para Kiyai Gresik dengan Isak tangis dengan membaca kalimat syahadat diduga hanya sandiwara.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here