Rekanan Jatim Park III Adukan Karyawan Gula Kapas Ke Polisi

0
17

Panjinasional.net Kota Batu ||  Dituduh telah menggelapkan uang hasil penjualan gula kapas yang terletak di Jatim Park III ( Dino Park ), AAT, pemuda asal Kota Batu ini akhirnya berurusan dengan hukum.

Suwito, S.H., M.H selaku kuasa hukum AAT saat di kantornya menceritakan bahwa awalnya, AAT bekerja saat pandemi covid-19 berlangsung sekitar awal tahun 2020 pada saudara MFD salah satu rekanan Jatim Park Group yang diketahui berasal dari luar Kota Batu, awalnya berlangsung lancar meskipun hasil penjualan sepi. Sabtu ( 28/5/2022 ).

‘ Mulanya rekapan hasil penjualan gula kapas setiap hari dilaporkan oleh AAT kepada MFD baik melalui alat komunikasi yang dituangkan juga pada laporan tertulis pada buku rekapan bulanan. Entah apa yang terjadi MFD merasa hasil penjualan tidak sesuai dan menuduh AAT menggelapkan hasil penjualan.

Alhasil, kata dia, terjadi kesepakatan antara MFD dengan AAT dengan nilai yang tidak tanggung-tanggung yaitu AAT di anggap telah menggelapkan uang MFD sebesar Rp.150.000.000 ( seratus lima puluh juta rupiah). Itu angka yang sangat besar bagi pegawai penjual gula kapas yang berlokasi di Jatim Park III,” paparnya.

Setelah mereka berunding, maka seratus lima puluh juta rupiah itu tertuang dalam Perjanjian Pengakuan Hutang antara MFD sebagai pihak I dan AAT sebagai pihak II yang akan dibayarkan sesuai waktu yang di penjanjikan dalam surat perjanjian diatas.

” Karena ketakutan, AAT ini telah mengembalikan uang sesuai dalam surat penjanjian pengakuan hutang tersebut dengan cara melakukan transfer melalui rekening bank milik MFD senilai Rp. 47.000.000 ( empat puluh tujuh juta rupiah ) yang terbagi dari empat (4) kali transfer, ” katanya.

Jadwal waktu pembayaran hutang sesuai perjanjian pengakuan hutang diatas adalah sampai dengan tanggal 26 Agustus 2023, namun karena belum ada cicilan lagi dari AAT kepada MFD maka AAT di laporkan kepada pihak kepolisian.

“ Kami tidak paham apa yang dilakukan oleh MFD yang telah mengadukan keterlambatan pembayaran hutang AAT ini kepada kepolisian, mestinya klien kami di somasi kapan dilakukan pembayaran lagi dan kalau wanprestasi maka bisa dilakukan upaya hukum perdata dengan cara gugatan di Pengadilan dimana perjanjian tersebut di tandatangani.

Dengan permasalahan seperti ini, seharusnya fihak Jatim Park III sebagai pihak yang mempunyai lokasi paling tidak bisa melakukan upaya – upaya membantu memediasi para pihak agar tercipta suasana kerja yang nyaman serta sebagai evaluasi terhadap rekanan dan karyawan rekanan dengan mengedepankan kekeluargaan bukan hukuman, ” pungkasnya.(Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here