Kejari Gresik Masih Pulbaket Soal Kasus Pembelian Atribut di PMD Gresik

0
34

GRESIK, www.panjinasional.net – Ramainya pemberitaan di media massa baik online dan cetak tentang permasalahan di Dinas PMD Gresik perihal pembelian atribut 47 kepala desa yang dilantik oleh bupati Gresik beberapa waktu lalu kini menjadi perhatian Kejari Gresik.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya angkat bicara soal pembelian atribut pelantikan kepala desa (Kades) serentak yang dikoordinir Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).Kasi Intel Kejari Gresik, Deni Niswansyah menjelaskan, kejaksaan mendapat informasi terkait pembelian atribut tersebut lewat pemberitaan di media, bukan laporan masyarakat.

“Kami tahunya dari media, kalau laporan tidak ada. Kami terus mendalami persoalan tersebut,” ujar Deni Niswansyah saat konferensi pers di Kantor Kejari Gresik, Rabu (18/5/2022).

Deni memastikan sampai saat ini tim intelejen terus mengumpulkan data. Mulai dari pertemuan rapat kesepakatan kepala desa membeli atribut pelantikan sampai hasil hearing wakil rakyat.

Meski Komisi I DPRD Gresik telah memberikan rekomendasi kepada Bupati Gresik dan Inspektorat, Kejari Gresik tetap berjalan sesuai dengan prosedur.

“Rekomendasi itu tidak berpengaruh pada proses pengumpulan data yang kami lakukan saat ini. Biarkan sama-sama berjalan,” ujarnya.

Pihaknya meminta waktu untuk mengungkap polemik pembelian atribut itu. Pasalnya, tim intelejen Kejari Gresik baru berjalan tiga hari sejak mengetahui persoalan itu dari pemberitaan awak media.

“Mohon waktunya, kami baru tiga hari bergerak mengumpulkan data. Karena, masih ada tahapan-tahapan selanjutnya,” katanya.

Deni menambahkan, dalam proses pengumpulan data ini tentu akan mengarah pada pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Namun, dirinya belum bisa menyimpulkan siapa saja yang dipanggil.

“Kami lengkapi dulu seluruh data yang ada. Nanti kami sampaikan perkembangannya,” pungkasnya.

Sehari sebelum nya, kepala dinas PMD Suyono dipanggil oleh Komisi I DPRD Gresik untuk di hearing, Proses Hearing dengan komisi I dilakukan dengan rapat tertutup dengan alasan banyaknya wartawan yang ada dikhawatirkan memenuhi ruang rapat Komisi I.

Hasil hearing didapatkan bahwa apa yang dilakukan oleh dinas PMD Gresik dipastikan salah dan melanggar aturan. Hasil hearing akan dijadikan rekomendasi ke inspektorat dan bupati Gresik untuk di tindak lanjuti. ( shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here