Antisipasi Virus PMK, Polres Ponorogo, TNI dan Dinas Peternakan Turun Ke Lapangan

0
9

Panjinasional.net, Ponorogo –  Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Virus PMK diwilayah Kabupaten Ponorogo, Polres Ponorogo bersama Dinas Peternakan dan Perikanan melaksanakan pengecekan dan penyemprotan Pos ternak sapi di perbatasan desa Biting Jatim – Jateng desa Purwantoro turut wilayah Kecamatan Badegan. 

Dalam pelaksanaan pengawasan ini, Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. diwakili Kapolsek Badegan Iptu Agus Wibowo, S.H., juga turut mendampingi Kasubsipenmas Polres Ponorogo Iptu Yayun Sriwiningrum dan dari jajaran TNI, Semua turun ke lapangan bersama Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo. 

“Pengawasan ini perlu kita lakukan untuk melihat secara langsung apakah di Kota Ponorogo ini sudah ada atau belum terkait dengan penyakit PMK pada ternak sapi,” kata Iptu Agus Wibowo Jum’at (13/05/2022)

Pasalnya, daging sapi merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga perlu dilakukan pengecekan secara langsung.

Dari pengecekan yang dilakukan di Pos ternak sapi yang ada di wilayah Kecamatan Badegan, tidak ditemukan sapi yang terjangkit wabah PMK.,“Tadi sudah dilakukan pengecekan dan  penyemprotan obat, dan hasilnya sapi-sapi yang ada di sini tidak ada yang terjangkit penyakit PMK,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan menambahkan menerangkan bahwa ciri ciri hewan ternak yang terkena penyakit PMK. 

“Yang jelas terdapat luka dimulut sama kaki di tracaknya. Kalau sudah parah kukunya bisa lepas bahkan tidak bisa berdiri, tidak mau makan mengakibatkan kondisi fisik hewan melemah  akhirnya jadi kurus,” Kabid peternakan kesehatan hewan dan perikanan

Lanjut Pegawai Dinas Peternakan, Virus ini sifatnya dia mati di PH yang sangat asam dan sangat basa. Dia hidup antara PH 6 sampai 9. Pada saat PH dibawah 6 virus tersebut akan mati.,”Untuk mencegah hal tersebut kami  menghimbau kepada para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang ternaknya dan rutin dilakukan penyemprotan disinfektan,” pintanya 

Dijelaskannya, Sapi yang terkena PMK dagingnya masih bisa dikonsumsi salah satunya setelah dilakukan pemotongan dagingnya harus dilayukan 3 sampai 4 jam. “Hal tersebut untuk menurunkan PH daging itu,” jelasnya 

Dia juga meminta setiap orang yang masuk kandang harus berhati hati. 

“Sepatu itu bisa ketempelan virus juga, makanya kita dari segi zona itu ada lalu lintas pengetatan di daerah perbatasan salah satunya untuk mengurangi virus yang masuk,” tutup Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan.**

Laporan: Jurnalis Ujang RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here