Polisi Jatim Dilarang Tilang di Tempat, Kecuali….

0
23
Kombes Latif Usman Dirlantas Polda Jatim

Panjinasional.net Surabaya || Polisi Jatim Dilarang melakukan Tilang di Tempat, sebab keberadaan Mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) Polda Jatim telah berhasil merekam 77.492 pengendara mobil yang melanggar lalu lintas dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Artinya, para pelanggar akan mendapat kiriman surat tilang ke rumah masing-masing.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman mengatakan, para pelanggar lalu lintas itu akan di arahkan untuk mengikuti sidang dan membayar denda sesuai jenis pelanggarannya.

“Nah, denda yang sudah masuk dan terbayar oleh masyarakat Jatim yang sekitar Rp 400 juta,” ujarnya, Minggu (13/2/2022) kemarin.

Dirlantas Latif mengimbau, agar masyarakat tertib berlalu lintas. Terlebih, di jalan ada mobil INCAR hingga kamera ETLE yang siap merekam pelanggaran tiap pengendara.

Selain itu, Dirlantas Polda Jawa Timur kini tak lagi menerapkan tilang manual pada pengguna jalan yang melanggar lalu lintas.

“Setiap pelanggaran akan terekam kamera ETLE atau e-tilang hingga kamera Integrated Node Capture Attitude Record di mobil polisi yang sedang patroli,” ucap Latif.

Dia mengungkapkan kebijakan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Kapolri yang ingin mengubah citra polisi lalu lintas.

“Jadi sesuai dengan instruksi Bapak Kapolri, harapan Bapak Kapolri dan cita-cita Bapak Kapolri untuk mengubah citra pada polisi lalu lintas adalah penegakan hukum, pelanggaran lalu lintas sudah tidak manual kembali,” katanya. Sambil menginformasikan, Alat incar atau ETLE mobil di Jatim sudah direalisasikan sejak 1 Januari 2022.

Selanjutnya Latif menegaskan, kalau polisi lalu lintas di jajaran Polda Jatim tidak melakukan tilang di tempat atau lokasi. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pengecualiannya.

“Jadi polisi di Jatim secara keseluruhan tidak boleh melakukan penindakan Tilang secara manual. Kecuali, satu pelanggaran yang membahayakan atau ugal-ugalan. Yang kedua balap liar. Yang ketiga adalah odol. Dan yang keempat adalah knalpot brong,” kata Latif.

Dirlantas Jatim menjelaskan, ke empat pelanggaran tersebut bisa dilakukan penilangan secara manual di Jatim. Namun, untuk pelanggaran lalu lintas lainnya, Latif menyebut sudah tidak dilakukan manual.,@Maluc.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here