OLAH EMOSIMU TANPA MELAMPIASKAN ORANG LAIN

0
86
Gambar Ilustrasi
Ini adalah foto saya saat emosi karena saat liburan di jogja kemarin ada revisi kerjaan yang mengganggu liburan saya, tapi saya tetap mengerjakan dengan sebaik mungkin dan membuang emosi saya dengan makan roti dan kebetulan belum makan juga

Panjinasional || Mengolah Emosimu Tanpa Melampiaskan orang lain, Sebab Tidak sedikit orang yang biasanya emosi akan melampiaskan kepada orang lain entah orang sekitar maupun obyek yang bisa di buat pelampiasan. Emosi diartikan sebagai reaksi terhadap situasi tertentu yang dilakukan oleh tubuh. Hal yang biasanya memiliki kaitan dengan aktivitas berpikir seseorang, yaitu sifat dan intensitas dari emosi, yang dikarenakan hasil dari persepsi akan situasi yang terjadi. 

Perasaan adalah komponen dari emosi. Perasaan diartikan sebagai keadaan yang dirasakan sedang terjadi dalam diri seseorang. Anda mengalami perasaan marah, karena Anda merasakan adanya sesuatu yang bergejolak dalam diri Anda. Emosi terjadi hanya ketika seseorang merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya. 

Orang jaman sekarang banyak berkomentar atau bicara tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bahkan itu bisa menyakiti hati seseorang yang ia ajak bicara. Padahal menurutnya hal yang dibicarakan sederhana dan tidak bermaksud menyinggung ataupun menyindir. Dan tak seharusnya membuat seseorang menjadi marah. 

Sebagian orang memiliki takaran emosi yang berbeda-beda di perumpamakan saja si A memiliki gelas emosi ¾ emosi, dan si B memiliki takaran gelas emosi ½ . orang yang memiliki pengalaman emosi yang sehat itu akan jika emosi dan memiliki masalah  masuk ke dirinya dia, dia akna kelola dan dia keluarkan daan jika emosi masuk lagi dia Kelola dan keluarkan lagi. Sehingga gelasnya stabil. Ada isinya tapi tidak sampa tumpah. 

Dan kebanyakan dari kita tidak diajarkan sejak kecil untuk  mengelola emosi kita, justru kebanyakan dari kita diajarkan untuk menyimpan sampah-sampah emosi kita. Misalnya anak sedang sedih, disuruh jangan nangis, anak sedang merasa minder di omongin “alah gitu aja minder,kami itu gimana sih.” Anak sedang putus asa taau capek diomogin “alah lebay banget gitu aja cape”. Dan smapah-sampah emosi si anak tersebut meluap sampa bertambah emosinya. Dan saat anak itu dewasa jika menemukan masalah sedikit atau bisa dianggap sepele akan membuat anak itu marah dan putus asa.  

Setiap orang akan menemui kondisi dimana gelas emosinya penuh. Tapi jika sesorang memiliki emosi yang baik maka ia dapat mengeluarkan emosinya dan mengolah dengan baik. Dan pasti banyak yang belum tahu untuk mengolah emosi pada diri sendiri. Tapi satu hal Langkah pertama yang harus dilakukan yang utama untuk mengelola emosi kita adalah falidasi.  

Falidasi merupakan proses dimana kita harus membiarkan merasakan emosi tersebut, maupun itu emosi positif ataupun emosi negative. Kita harus terima semuanya dengan ikhlas sebagai makhluk hidup. Misalnya kita sedang merasa capek, kita cenderung memikirkan bahwa diri kita harus bisa dan kuat dalam melewati masalah yang sulit.  Dan berkata kepada diri sendiri bahwa aku kuat, aku gak capek, aku bisa aku semangat. Dengan hal itu bisa mengurangi rasa emosi pada diri senidri dnegan menyemangati diri sendiri yang bisa membuat percaya diri.  

Kadang seseorang yang emosi harus melakukan hal-hal yang ia senangi. Hal utama yang dilakukan adalah banyak minum air putih, karena bisa menenangkan pikiran. Dengan makan makanna fav juga bisa mengontrol emosi. Beberapa tips untuk mengolah emosi antara lain yang pertama menyadari dampak yang bisa ditimbulkan sebelum meluapkan emosi, pikirkan terlebih dahulu dampak yang bisa ditimbulkan. Cara mengungkapkan emosi yang tidak tepat dapat berpengaruh terhadap hubungan dengan orang lain, menimbulkan konflik, hingga masalah pada fisik maupun mental kita. Bertujuan untuk mengendalikan, bukan meredam 

Bagaimana caranya agar berdamai dengan diri sendiri? 

Cara mengontrol emosi yang tepat adalah dengan mengendalikan, bukan meredamnya. Ketika emosi diredam secara paksa, kita membatasi diri untuk belajar dari pengalaman dan mengekspresikan perasaan. Cara selanjutnya ialah mengidentifikasi apa yang dirasakan. Melakukan identifikasi atas suasana hati dapat berpengaruh terhadap bagaimana cara kita mengontrol emosi. Cobalah bertanya kepada diri sendiri soal beberapa hal seperti: Apa yang sebenarnya sedang kita rasakan? Apa yang membuat kita merasakan hal tersebut? Apakah ada penjelasan masuk akal atas situasi yang sedang kita alami? Apa yang hendak dilakukan untuk melampiaskan perasaan? Apa ada cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi situasi tersebut. 

Cara lainnya adalah Menerima keadaan. Menerima situasi yang sedang terjadi dapat membantu kita dalam mengontrol emosi. Cobalah untuk berkata pada diri sendiri bahwa situasi yang tengah kita alami bukanlah masalah besar. Cara ini memungkinkankita untuk tidak bereaksi secara berlebihan. Menerima emosi dapat memberikan kepuasan tersendiri dalam hidup dan mengurangi risiko mengalami gejala kesehatan mental. Menarik napas dalam. Mengambil napas dalam memang tidak menghilangkan emosi, namun cara ini dapat membuat kita menjadi lebih tenang. Saat pikiran menjadi tenang, kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat emosi tentunya akan makin berkurang. Lalu ketahui kapan harus mengeluarkan emosi. 

Meluapkan emosi dengan cara menangis maupun berteriak merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Cara-cara tersebut dinilai dapat membantu meredakan amarah yang ada dalam diri. Beri ruang untuk menyendiri. Memberi ruang untuk menyendiri dapat memengaruhi cara kita dalam mengambil keputusan. Hal ini memang tidak dapat sepenuhnya menghilangkan emosi, namun mengalihkan perhatian untuk sementara hingga semuanya mereda. Beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan saat menyendiri seperti jalan-jalan, menonton video lucu, berkebun, hingga menghabiskan waktu dengan binatang peliharaan. Melakukan meditasi dapat menjadi salah satu alternatif cara mengontrol emosi. Meditasi dapat meningkatkan kesadaran terhadap perasaan serta pengalaman yang pernah kita alami sebelumnya. Selain membantu mengontrol emosi, meditasi juga memberikan sejumlah manfaat lain, mulai dari membuat tubuh menjadi lebih rileks hingga mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik 

Berhitung Cara menahan emosi yang pertama adalah dengan berhitung. Sebelum marah, berhitunglah dari 1 hingga 10. Apabila Anda sangat marah, berhitunglah hingga 100. Pada saat Anda berhitung, denyut nadi Anda akan turun dan kemarahan Anda akan lebih mungkin untuk reda. Tarik Napas yang Dalam dan Lambat Ketika Anda marah, napas Anda akan lebih pendek-pendek dan cepat. Tarik napaslah yang dalam dan lambat dari hidung dan keluarkan dari mulut untuk beberapa saat. 

Teknik pernapasan ini dapat menjadi salah satu cara mengelola emosi. Dengan menarik napas dalam dan lambat, diharapkan kemarahan Anda dapat mereda.Cara mengatasi emosi yang tidak stabil juga bisa dilakukan dengan berolahraga seperti berjalan kaki, mengendarai sepeda, atau berlari. Lakukanlah hal yang dapat mengalihkan pikiran dan membuat tubuh Anda menjadi lebih baik. Lakukan Relaksasi Otot Selain berolahraga, cara mengendalikan emosi lainnya dapat dilakukan dengan relaksasi otot. Lakukan peregangan berbagai kelompok otot pada tubuh dan kendurkan perlahan-lahan dengan membuang napas. Menggerakkan leher dan menggoyangkan bahu adalah beberapa contoh gerakan yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan emosi. Tidak diperlukan peralatan, hanya cukup melakukan beberapa gerakan saja. Cari Kata atau Frasa yang Menenangkan Kata atau frasa dapat menjadi salah satu cara menmengendalikan emosi.  

Carilah kata atau frasa yang membuat Anda menjadi tenang dan fokus kembali. Ulanglah kata-kata tersebut ketika Anda marah. “Rileks”, “tenang saja”, dan “Anda akan baik-baik saja” adalah beberapa contoh yang bagus. Kelola Emosi dengan Mendengarkan MusikMendengarkan musik dapat menjadi salah satu cara mengendalikan emosi. Dengarkan musik yang membuat Anda tenang. Gunakan earphone atau pergi ke suatu tempat yang tenang, putarkan lagu kesukaan Anda, dan dengarkan. Biarkan musik membawa pergi emosi Anda dan membuat Anda menjadi lebih tenang. 

Coba Sesuatu yang Berbeda. Alihkan emosi berlebih Anda ke hal-hal baru yang positif. Jika Anda belum pernah berkemah, misalnya, mungkin inilah saat yang tepat untuk tidur di bawah bintang dan ‘berkomunikasi’ dengan alam. Segera putuskan petualangan apa yang ingin Anda ambil. Jangan Bicara. Kadang, tidak bicara dapat menjadi cara mengontrol emosi yang efektif. Bila Anda ingin marah, tahanlah dan berhenti berbicara. Tutup mulut Anda dan jangan biarkan satu buah kata keluar dari mulut Anda. Waktu Anda diam ini akan membuat Anda berpikir kembali untuk marah dan membantu meredakan amarah. 

Dengan obyek kertas biasanya yang saya lakukan sendiri saat emosi adalah mengambil kertas putih, lalu saya coret-coret dan saya remas. Hal ini akan membuat saya lega dan bisa meluapkan rasa emosi pada diri saya sendiri. Atau biasanya menangis di tempat sepi, atau pun jalan-jalan di tempat sepi lalu berteriak. Jika saat saya emosi dalam keadaan dompet terisi penuh saya meluapkan emosi saya dengan membeli banyak makanan untuk mencintai diri saya sendiri, atas kekecewaan yang saya hadapi. Dan keberhasilan bahwa saya bisa melewati masalah ini. Emosi bisa berkurang jika kita mencintai diri sendiri dan merasa bersyukur atas apa yang terjadi. 

Dengan berdamai dengan diri sendiri, karena jika kehilangan kepercayaan pada diri sendiri akan mudah cemas, dan takut ada yang akan terjadi. Bisa insecure, menyalahkan diri sendiri. Kamu juga dapat mengikuti kinginan hati. Sebab ada kalanya perkataan hati menjadi sebuah firasat dengan hasil yang baik dibandingkan bila kamu memutuskan sesuatu dari pemikiran yang panjang. Dengan mendengarkan suara hati akan membuat tujuan hidupmu lebih jelas dan terarah. Lalu yang saya lakukan menjadikan hidup syaa Bahagia, tidak menjadikan hidup sebagai beban Agar kehidupanmu selalu terasa bahagia sebaiknya kamu tidak menjadikan hidup sebagai beban. Dalam setiap fase kehiduapan, pasti ada orang yang memiliki permasalahan. Begitu pun dengan kamu yang mungkin saja mengalami permasalahan yang cukup rumit. 

Akan tetapi, hal itu tidak berarti kehidupanmu akan langsung berakhir saat itu juga. Saat mempunyai permasalahan ataupun rintangan, yang perlu kamu pikirkan adalah mencari solusi serta jalan keluarnya. Jika hanya dipikirkan saja, hidupmu pasti akan terasa sangat susah dan kesempatan untuk menjadi bahagia pun seakan-akan mustahil terjadi. Hal selanjutnya jika saya Lelah terhadap pekerjaan, selain kuliah kegiatan saya sehari-hari adalah berfoto dan take video sebagai konten creator, ada juga komentar negative yang bisa melemahkan mental saya. Namun saya mencintai karir saya karena berepdoman bahwa Pekerjaan menjadi salah satu hal pokok yang tidak bisa ditinggalkan. Kamu membutuhkan uang untuk memenuhi sebagian kebutuhan dalam hidup.  

Sedangkan uang bisa diperoleh bila kamu berusaha atau bekerja. Karena itulah semestinya kamu mencintai pekerjaanmu baik di rumah maupun di tempat kerja. Dengan begitu kamu akan lebih rileks ketika menjalaninya. Sehingga apa pun yang terjadi kamu akan lebih siap untuk menghadapinya. Bahkan, karena merasa cinta dan suka terhadap pekerjaan yang dimiliki, kamu pasti akan merasa nyaman dan berusaha melakukan yang terbaik untuk mempertahankan serta menjadikannya selesai dengan hasil sempurna. Secara tidak sadar kamu telah menciptakan kebahagiaan dalam hatimu, sehingga kejenuhan di tempat kerja tidak akan mempengaruhi kinerjamu.*** 

Penulis: Femita Putri Nabila. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here