Ketua DPRD Gresik Dukung Kali Lamong Dengan Anggaran 11 M, Ditambah 61 M Untuk Pembebasan Lahan

0
24
Ketua DPRG Gresik, H. Abd Qodir

GRESIK, www.panjinasional.net – Ketua DPRD Gresik benar –benar mendukung dalam penanganan banjir kali Lamong yang setiap tahun selalu meluber dan menggenangi wilayah gresik selatan dengan mengalokasikan anggaran Tahun 2022 di DPUTR  Rp. 11 milyar dan 61 milyar untuk pembebasan lahan sehingga bebas banjir.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir bahwa sejak awal pihaknya mendukung penanganan Kali Lamong sesuai tugas dan fungsi.

“Komitmen kami, sudah tidak usah ditanya lagi. Kami siap membantu sesuai tugas dan fugsi DPRD,” katanya di Gresik pada Kamis (20/1/2022).

Qodir menambahkan, ploting anggaran besar untuk Kali Lamong ini tak terlepas dari peran dari legislatif untuk menyetujui anggaran (Budgeting) serta pengawasan dalam setiap kegiatan.

Diharapkan dinas terkait melakukan perencanaan dan konsep yang jelas, utamanya terkait pengerukan. Hal ini penting sehingga ada target serta penyelesaian sesuai perencanaan.

“Tinggal kami ini belum mendapat perencanaan, dan konsep yang jelas dari Pemda. Terkait yg akan dilakukan lebih lanjut setelah pembelian alat berat, dan pembebasan lahan di tahun 2021,” imbuh Qodir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Achmad Hadi menambahkan dalam penyelesaian Kali Lamong memang dibutuhkan kolaborasi.

Kolaborasi antara, DPRD, Balai Besar Wilayah Solo (BBWS), dibantu pihak ketiga yakni pengusaha dengan mengucurkan CSR untuk pengerukan kali lamong agar tak kembali meluap pada musim hujan.

“Alhamdulilah, hasilnya cukup bagus, pasca adanya penanggulan dan pengerukan saat Kali Lamong meluap kemarin durasinya tak lama. Jadi, cepat surut,” ungkapnya.

Hadi menjelaskan, untuk penanggulan atau pembuatan parapet dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2021, telah dilakukan penanggulan sepanjang 1,5 km di wilayah Kecamatan Cerme, seperti di Desa Jono dan sekitarnya.

“Untuk parapet atau penanggulan di Desa Jono dan sekitarnya ada anggaran dari BBWS sebesar 98 miliar setelah lelang dari pagu Rp 100 miliar di tahun 2021,” paparnya.

Sementara untuk pengerukan dengan mengambil sedimentasi baik Kali Lamong maupun anak sungai telah dilakukan DPUTR  di Kecamatan Cerme, Benjeng dan Bolongpanggang, baik dengan kontraktual maupun swakelala.

“Termasuk, ada bantuan dari pihak ketiga dari CSR (corporate social responsibility) perusahaan. Ini terus akan kami lakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran,” jelasnya.

Hadi mengaku belum tahu berapa ploting anggaran yang akan diberikan Kementerian PUTR untuk penanganan Kali Lamong di tahun 2022.

Ia berharap anggaran yang diberikan lebih besar dari tahun 2021, sehingga penanganan Kali Lamoang bisa lebih cepat. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here