Dua Tokoh Pimpinan Tertinggi NU Siap Kawal Pembangunan Trans Tol Madura

0
166
H. Zaini dan Kyai Yahya Cholil disaksikan Kyai Miftahul Akhyar saat membahas konsep pembangunan Tol Trans Madura dalam Forum Silaturrahmi

Panjinasional.net Surabaya || Pembangunan Trans Tol Madura yang sebelumnya didukung oleh Universitas Negeri dan swasta, anggota DPRD Kabupaten dan Bupati se Madura, serta para tokoh masyarakat Madura dan Nasional.

Kini kabar terbaru pada proses pembangunan Tol Trans Madura itu telah didukung oleh para tokoh pimpinan NU (Nahdatul Ulama) yakni KH Miftahul Akhyar Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU yang baru terpilih pada Muktamar di Bandar Lampung.

Kedua tokoh tertinggi PBNU tersebut, bukan hanya mendukung, tetapi juga akan mengawal pembangunan Trans Tol Madura hingga terlaksana. Hal itu disampaikan langsung pada Silaturrahmi para tokoh masyarakat, ulama dan intelektual Madura di kediaman Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar pada Sabtu (8/1/2022) sore.

“Nanti secara teknis Kyai Yahya yang akan mengawal, biar lebih cepat tuntas,” kata Kyai Miftah dihadapan para tokoh dan ulama Madura.

Acara silahturrami yang dipimpin H. Achmad Zaini dihadiri oleh mantan wakil Bupati Bangkalan sekaligus Sekjen Bassra KH Syafik Rofii, Korda NU Madura KH. Moh Nasir Makki, Ulama Bassra KH Muhaimin Makki, dan KH Jazuli Nur LC.

Hadir juga dalam acara itu, Rektor Univ Wiraraja DR Syaifurrahman, Sekjen GPI-Gerakan Peradaban Indonesia Harun Al Rasyid, Ketua Ikama Jatim H. Moh Buchori, AS Rizal dan Pimpinan Yayasan Pratanu DR. Holifi.

Haji Achmad Zaini sebagai Ketua DPM ( Dewan Pembanguan Madura ) merasa bersyukur, sangat bahagia dan bangga dengan dukungan dari para pucuk pimpinan NU tersebut.

“Saya tidak hanya senang dengan dukungan tersebut, tetapi sekaligus bangga ternyata kedua pucuk pimpinan PBNU tersebut sama sama berdarah keturunan Madura,” ujar beliau.

Sekjen GPI Harun Al Rasyid menambahkan, bahwa dengan dukungan kedua pucuk pimpinan NU yang keturunan Madura, maka Pembangunan Trans Tol Madura akan sefera terlaksana.

“Setelah mendengar pengakuan KH Miftah dan KH Yahya C Staquf, bahwa tokoh berdua tersebut adalah keturunan Madura kita semakin yakin pembangunan akan terlaksana, karena dalam silsilah memang tertulis jika cucu pangeran Pragalba yang bernama Nyai Ratu Harisbaya dan bergelar Nyai Narantaka yang diperistri Raja Sumedang Larang Pangeran Geusan Ulun,” ujarnya.

“Keturunannya menjadi toko-tokoh dan ulama tersohor diantaranya KH Yahya Cholil Staquf, KH Miftahul Akhyar, Bung Tomo bahkan Wakil Presiden RI KH Makruf Amin,” pungkas H. Zaini tokoh Madura yang berperan aktif terwujudnya proses pembangunan hingga peresmian Jembatan Suramadu,.@tim/zal..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here