Geser Posisi Tito, Risma “Mendagri” Muluskan Agenda Kemenangan PDIP di Pemilu 2024

0
954
Gambar Ilustrasi

Panjinasional.net || Jika Tri Rismaharini bisa geser posisi Tito Karnavian sebagai Mendagri. Strategi ini sebagai peluang PDI Perjuangan guna mengambil alih posisi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dinilai sangat besar. dan sosok yang paling tepat menggantikan Tito adalah Tri Rismaharini, yang saat ini menjabat Menteri Sosial (Mensos).

Disampaikan Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, posisi Tito Karnavian sebagai Mendagri saat ini sedang terancam, karena akan ditukar posisi dengan kader PDIP menjelang Pemilu 2024. Dikutip dari rmol.id 06/12/21.

“Peluang PDIP untuk mengambil alih posisi Mendagri sangat besar sekali, apalagi hal tersebut muncul pada saat momentumnya pas, yakni pada saat rencana pemunduran jadwal Pilkada. Sehingga berimbas kepada mesti diangkatnya Plt Kepala Daerah, tidak hanya di tingkatan Provinsi tapi juga di Kabupaten Kota,” ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin pagi (6/12).

Saiful menambahkan, kedudukan Mendagri sangat strategis untuk menentukan Plt Kepala Daerah yang sesuai,  bahkan dapat membawa misi yang diinginkan tidak hanya oleh pemerintah, akan tetapi juga oleh partai politik (parpol) tertentu.

“Kondisi yang demikian sangat berpengaruh terhadap dinamika politik yang ada, di mana posisi Kepala Daerah tidak hanya dapat ditentukan oleh Pilkada, akan tetapi hanya melalui proses penunjukan langsung oleh Mendagri. Untuk itulah diperlukan Mendagri yang loyal dan patuh terhadap arahan pemerintah juga parpol yang berkepentingan,” beber Saiful.

Untuk memenuhi kepentingan di Pemilu 2024 mendatang, bukan tidak mungkin posisi Tito akan diganti dengan kader-kader PDIP seperti Risma maupun Tjahjo Kumolo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Menpan RB).

“Paling rasional adalah Risma, karena saya kira kurang pas Risma mengurus hal-hal yang berhubungan sosial kemasyarakatan. Bisa jadi yang bersangkutan kurang enjoy dan terlalu jenuh mengurusi hal yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan, sehingga sangat tepat apabila jabatan Risma dirotasi dengan posisi Tito saat ini kurang menguntungkan partai. Tito diposisikan sebagai Mensos dan Risma sebagai Mendagri,” terang Saiful.

Selain itu, posisi Mensos dianggap sangat cocok untuk Tito sebagai mantan Kapolri yang memiliki jaringan sampai tingkat Polres bahkan Polsek. “Sedangkan Risma bebannya akan makin berkurang, tidak lagi mengurus bantuan sosial yang begitu rumit” pungkas Saiful.***gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here