Satpol PP Gresik Tak Punya Nyali Tindak Cafe Dlagoon, Tapi Sama PKL Bagaikan Singa Kelaparan

0
85
Cafe DLagoon yang tak mengantong IMB

GRESIK, www.panjinasional.net – Tindakan penegakan Perda yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Kabupaten gresik terkesan Tebang pilih.

Polisi penegak Perda di Gresik ini hanya berani kepada pelaku usaha kecil, semisal warung kopi dan PKL yang kerap kali terkena razia oleh mereka.

Tapi ketika berhadapan dengan Pelaku usaha yang lebih besar ternyata mereka tak punya nyali dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang setiap kegiatan razia dijadikan senjata untuk mengobrak atau mengusur para PKL yang berjualan di trotoar jalan.

Ibarat Singa yang lapar saat menertibkan pedagang kecil, tanpa babibu mereka digusur dan diobrak, tak jarang barang dagangan para pedagangpun di angkut.

Baru – baru ini, sejumlah warung kopi di wilayah Gresik kota diobok-obok Satpol PP. Pasalnya, mereka memakai kedok warung untuk jualan minuman keras. Tak ayal, puluhan pramusaji juga diangkut ke kantor polisi penegak perda di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo tersebut. Total sebanyak 23 pramusaji yang digaruk. Itupun Senjata Andalannya adalah penegakan Perda.

Sementara sama –sama melanggar Perda, Kafe D’Lagoon yang sudah jelas Melanggar Perda tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan juga berada di jalan Fatima Binti Maimun Tidak tersentuh bahkan dengan bebas buka.

Jelas sekali para Pejabat penegak Perda ini lebih condong menggilas masyarakat kecil dan melindungi mereka yang notabene pengusaha Atas. Ada apa Kiranya?

Meskipun Surat Peringatan 1 (SP1) dari Satpol PP telah dikirimkan, ternyata surat itu tidak di gubris oleh pengelola.

“ Surat Peringatan 1 telah dikirim, sesuai SOP yang berlaku,berlaku 7 hari dan  SP 2 akan dikirim lagi jika dalam 3 hari pengelola tidak bisa melengkapi dokumen yang diminta. Dan surat Peringatan (SP3) akan dikirim jika berlaku 1 hari dan akan di tutup jika tahapan tersebut sudah dilakukan” Kata Suprapto Plt Kasatpol PP Gresik diwakili oleh Mulyono Kabid Penegakan Perda (22/10/2021) lalu saat dikonfirmasi di kantornya.

Sampai sekarang kafe tersebut dibiarkan tetap beroperasi. Kemudian, kelanjutan dari surat peringatan pertama (SP 1) juga belum jelas. Apalagi, SP 2 dan SP 3.

SP 1 sendiri telah dikirim padal awal November 2021. Saat ini sudah lebih dari dua pekan. Satpol PP justru melempem. Tidak punya keberanian menindak.

Sementara Saat dikonfirmasi ulang Plt Kasatpol PP Gresik Suprapto berdalih, bahwa pemilik Kafe D’Lagoon sudah mengajukan proses perijinan setelah beberpa waktu lalu diperiksa.

Meski demikian, Satpol PP tidak berlakukan tindakan apapun. Hanya menunggu menerima salinan surat ijin tersebut dari Dinas Perijinan. 

“Nanti tak info kalau surat dari perijinan sudah keluar,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (19/11/2021). (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here