MENGUAK BENANG MERAH KASUS DANA DESA SETELAH KADES KARPOTEH DITAHAN

0
813
Mantan Kades Karpoteh M. Ali saat datang dan curhat ke kantor Redaksi Panjinasional

Kades Karpoteh Ditahan. Bisa-Bisa Jadi Tumbal Proyek Jembatan dan Dana Desa Lainnya

Tonton:

Kades Karpoteh M. Ali saat digelandang Kejari Bangkalan dan dilakukan penahanan

Bangkalan, Panjinasional.net – Ditahannya mantan Kades Karpoteh bisa dikatakan langkah awal terkuaknya benang merah kasus dugaan penyalahgunaan dana desa dan anggaran dana lainnya seperti salah satunya dana pembangunan jembatan tahun anggaran 2019 di saat kepala desa dijabat M.Ali.

Dari permasalahan tersebut perwakilan warga Desa Karpoteh beberapa waktu lalu meminta agar Kejaksaan Negeri Bangkalan menindaklanjuti proses hukum penyalahgunaan dana Dana Desa (DD) terhadap pejabat desa Karpoteh yang terlibat.

Proses awal langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) akhirnya menutup dan memasang policeland lokasi pembangunan jembatan anggaran 2019 dibangun 2021 yang dianggap bermasalah.

Selanjutnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan akhirnya menetapkan M. Ali mantab kepala desa Karpoteh kecamatan Blega Bangkalan sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan, Kamis (28/10/2021).

Penetapan dan penahanan yang dilakukan itu dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Bangkalan Dedi Franky. “Kemarin kami melakukan penahanan terhadap kepala desa Karpote kecamatan Blega yang berinisial M A, hal ini sebagai tindak lanjut dari tim penyidik yang menetapkan status tersangka kepada yang bersangkutan,” ujarnya via telepon.

MENGURAI KASUS PENYALAHGUNAAN DANA DESA DAN SIAPA KADESNYA?.

Seperti yang telah dimuat www.panjinasional.net 

BACA:: https://panjinasional.net/2021/09/17/warga-karpote-minta-usut-pembangunan-jembatan-ta-2019-kejari-bertindak-cepat-pasang-policeland/

Awalnya Seorang Kepala Desa Karpoteh hadir di kantor Redaksi Panjinasional mengadu dan minta bantuan tentang kondisi dan posisinya sebagai Kades yang sudah dilantik tapi diambil alih seseorang (HP) yang menguasai segala urusan jabatan Kades.

Pada alih jabatan tersebut secara otomatis penanganan urusan pengajuan dan pencairan ADD, DD, dan BLT dikuasai oleh HP sehingga bisa dikatakan siapa Kades Karpoteh adalah HP.

Usai menerima aduan dan curhatan M. Ali mengaku bahwa sejak dilantik menjadi Kades hanya sekali menandatangani surat/proposal urusan ADD, DD, dan BLT artinya Redaksi Panjinasional membuat surat Konfirmasi kepada Bupati, Kapolres Bangkalan tentang Adanya Indikasi Dugaan Pemalsuan tanda tangan atas surat dokumen maupun proposal terkait ADD, DD, dan BLT.

Namun baik pihak bupati maupun polres Bangkalan tidak merespons surat konfirmasi yang dikirim Redaksi Panjinasional.

Bisa-Bisa Ali Dijadikan Tumbal?

Menurut Jaksa Franky yang mengatakan bahwa tersangka bakal dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor. “Tersangka kami jerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor terkait pembangunan jembatan yang sudah kami segel, Kejari Bangkalan akan melakukan penahanan selama 20 hari kedepan” pungkasnya melalui sambungan telepon. 

Mungkinkah M. Ali bakal menjadi tumbal akan segala permasalahan perkara pelanggaran penggunaan anggaran dana untuk proyek jembatan tahun 2019, sedangkan menurut pengakuan yang Ali sejak dilantik sebagai Kades belum pernah menjabat sebagai kepala desa di Karpoteh. Sekarang bola panas ada di Kejari Bangkalan. Bagaimana kasus ini dikembangkan untuk menjerat pejabat lainnya setelah M. Ali menjadi tersangka.@tim..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here