Terkait Kasus Aziz Syamsuddin. Dianggap Malaikat, Eks Penyidik KPK Mau Nolong, Ternyata..??

0
32
Rita Widyasari eks Bupati Kutai Kartanegara
Azis Syamsuddin dan Rita Widyasari 

Rita Widyasari menjelaskan,  sempat ditemui Azis Syamsuddin di Lapas Klas II A Tangerang, pada September 2020. Saat itu Azis datang bersama Stepanus Robin Pattuju (Robin) yang katanya sebagai penyidik KPK. Lalu Rita bilang, “Azis datang awalnya untuk membahas persoalan Partai Golkar”.

Panjinasional.net – Ngakunya tidak pernah minta bantuan, Rita Widyasari eks Bupati Kutei Kartanegara sempat menganggap perwira polisi AKP Stepanus Robin Pattuju sebagai malaikatnya.

Rita Widyasari diketahui sering memberikan uang kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) AKP Stepanus Robin Pattuju, Hal itu terungkap dalam persidangan perkara dugaan suap dengan terdakwa Robin dan advokat Maskur Husain, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10/2021) lalu.

“Malaikat datang. Pikiran saya ada orang yang nolong saya karena saya dalam posisi buruk,” ucap Rita ketika bersaksi. Rita sebelumnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan, karena menerima gratifikasi senilai Rp 110,7 miliar dalam kasus perizinan proyek pada dinas di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rita mengenal Robin melalui mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Setelah perkenalan pertama, Robin kembali menemui Rita bersama seorang pengacara dari Medan bernama Maskur Husain.

Robin dan Maskur meyakinkan Rita, bahwa mereka bisa mengurus pengembalian aset yang disita KPK, mengurus kasus pencucian uang yang sedang disidik KPK, dan mengurus peninjauan kembali (PK) yang diajukan Rita ke Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya Robin dan Maskur meminta ongkos Rp 10 miliar dan setengah dari nilai aset milik Rita.

Padahal dalam kesaksiannya, Rita Widyasari mengaku tidak pernah meminta bantuan mengenai pengurusan perkaranya. “Saya tidak menyangka-nyangka saya yang didatangi,” ucap Rita.

Berdalih Kemanusiaan

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sering memberikan uang kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju.

Total duit yang diberikan Rita kepada Robin sebesar Rp 60,5 juta.

“Khusus Pak Robin, saya tidak bayar (fee) beliau, tapi nilai kemanusiaan,” ungkap Rita kala bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10/2021).

Uang yang pertama kali diberikan Rita kepada Robin sebanyak Rp 25 juta. Duit itu diperuntukkan bagi ibunda Robin yang sedang sakit Covid-19. “Dia bilang ibunya sakit, mau sewa apartemen untuk isolasi mandiri,” kata Rita.

Bantuan lainnya juga diberikan Rita kepada Robin, karena mengaku ada saudaranya yang meninggal dan melahirkan.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK membuat rincian pemberian uang bantuan tersebut.. Pada 22 Januari 2021, Rita memberikan Rp 25 juta. Kemudian pada 11 Februari sebesar Rp10 juta, pada 27 Februari sebesar Rp 7,5 juta. Lalu pada 7 April sejumlah Rp 10 juta, pada 12 April sebesar Rp 3 juta, dan pada 16 April sebesar Rp 5 juta. Bantuan tersebut di luar bayaran atas jasa Robin mengurus perkaranya.

Perkenalan di Lapas

Rita Widyasari, mantan Bupati Kutai Kartanegara, mengaku mengenal sosok AKP Stepanus Robin Pattuju selaku eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lewat bekas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Pengakuan itu disampaikan Rita saat bersaksi dalam kasus suap terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10/2021).

Rita awalnya menjelaskan sempat ditemui Azis di Lapas Klas II A Tangerang, pada September 2020. Saat itu Azis datang bersama Robin. Lalu Rita bilang, Azis datang awalnya untuk membahas persoalan Partai Golkar.

Di sela-sela pertemuan itu, Azis memperkenalkan Robin ke Rita. Rita dan Azis sama-sama dari Golkar. “Waktu itu membahas Golkar di Kalimantan Timur.”.. “Beliau, Azis, menyampaikan memperkenalkan Pak Robin,” ucap Rita saat memberikan kesaksiannya. Rita menyebut pertemuan berlangsung di tempat ruang terpidana ketika mendapat kunjungan. “Ruang tamu Lapas Tangerang. Cuma bertiga di dalam ruangan,” sebutnya.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK kemudian memperdalam kesaksian Rita. Jaksa lantas mencecar Rita mengenai tujuan Azis mendatanginya bersama Robin. Lalu Rita mengatakan, Robin siap membantu penanganan perkara peninjauan kembali (PK) yang tengah bergulir di Mahkamah Agung (MA). “Beliau bisa bantu-bantu, terkait kasus suap saya PK (Peninjauan Kembali) di MA,” jelas Rita. Saat itu, Rita mengaku kaget kedatangan penyidik KPK di Lapas Tangerang.

Rita juga awalnya tak percaya Robin adalah penyidik yang dapat membantu mengurus perkaranya.

“Baru pertama kali ketemu, beliau siapa?”.. “Ternyata penyidik (Robin) memperlihatkan ID Card (KPK),” ungkap Rita.

Lalu, Rita melihat Azis menyerahkan amplop berwarna cokelat kepada Robin. Namun, ia tak mengetahui isi amplop itu. “Lihat sekilas. Tipis, kayak amplopnya kecil. Amplop cokelat bukan dari saya. Dari Azis sendiri (kepada Robin),” bebernya.

Setelah mendapat kunjungan dari Azis dan Robin, Robin dan Maskur Husein kembali mengunjungi Rita. Tujuannya, membahas bantuan penanganan PK Rita di KPK, hingga berjanji akan mengembalikan aset yang disita. “Beliau (katanya) bisa membantu PK. Dan akan bantu mengembalikan aset saya,” aku Rita.

Dalam perkara ini, Robin dan Maskur didakwa menerima dari Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1,695 miliar.. Lalu, dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS.

Dari Ajay Muhammad Priatna Rp 507,39 juta, Usman Effendi Rp 525 juta, dan Rita Widyasari Rp 5.197.800.000. Sehingga, total suap mencapai Rp 11,5 miliar.. Syahrial adalah eks Wali Kota Tanjungbalai; Azis Syamsuddin adalah mantan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Aliza Gunado adalah kader Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Ajay Muhammad Priatna adalah eks Wali Kota Cimahi. Sedangkan Usman Effendi adalah Direktur PT Tenjo Jaya yang juga narapidana kasus korupsi hak penggunaan lahan di Kecamatan Tenjojaya Sukabumi Jawa Barat, dan Rita Widyasari adalah mantan Bupati Kutai Kartanegara.

Kerap Berkunjung ke Lapas Tangerang

Saksi bernama Agus Susanto menyebut eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju kerap mengunjungi mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari di Lapas Tangerang.

Agus merupakan anggota Polri tahun 2002-2011 bersaksi bagi terdakwa Robin dan advokat Maskur Husain dalam perkara dugaan suap terkait penghentian kasus Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021. “Ke Lapas Perempuan Tangerang lebih dari dari tiga kali untuk bertemu dengan Bu Rita Widyasari,” ucap Agus dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/9/2021).

Agus Susanto mengaku mengenal Robin sejak 2018. Pada 2020, Robin menjadikan Agus sebagai sopirnya.

Rita Widyasari sendiri disebut dalam dakwaan, memberikan uang kepada Robin sekitar Rp 5,197 miliar. Uang itu untuk mengurus pengembalian aset yang disita KPK terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan peninjauan kembali (PK).

Menurut dakwaan, awalnya pada Oktober 2020, Robin dikenalkan kepada Rita oleh Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin.

Seminggu kemudian, Robin bersama Maskur datang ke Lapas Kelas IIA Tangerang menemui Rita Widyasari.

Robin menyampaikan dirinya merupakan penyidik KPK dengan memperlihatkan kartu identitas penyidik KPK, serta memperkenalkan Maskur sebagai pengacara.. Saat itu, Robin dan Maskur meyakinkan Rita, mereka bisa mengurus pengembalian aset-aset yang disita KPK terkait dengan TPPU dan PK yang diajukan Rita, dengan imbalan Rp 10 miliar.

Bila pengembalian aset berhasil, Maskur meminta bagian 50 persen dari total nilai aset.. Agus juga menceritakan sejak menjadi sopir bagi Robin, dia sering mengunjungi Lapas Sukamiskin Bandung untuk bertemu bos PT Gloria Karsa Radian Azhar yang elah divonis 1 tahun 6 bulan penjara, karena terbukti bersalah menyuap Kepala lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husen..“Kalau ke Lapas Sukamiskin tiga kali bertemu dengan Pak Radian Azhar, ada urusan bisnis,” ungkap Agus. (IR.Pratama/Gtot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here