Meraba Rasa Reshuffle Kabinet. Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden

0
55
Gambar Ilustrasi

JAKARTA – Terkait nama calon Panglima TNI ke DPR RI pada bulan ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengirimkan Surat Presiden (Surpres).

Kabarnya Surpres dikirim sebelum Jokowi bertolak menghadiri KTT G20 di Roma pada 30 dan 31 Oktober 2021. Seiring dengan itu, Jokowi juga disebut-sebut bakal melakukan reshuffle kabinet.

Dikutip dari fajar.coid, Mengapa harus akhir Oktober? Padahal Reses DPR RI berakhir pada 31 Oktober. 

Jika surat Presiden masuk pada tanggal 30 atau 31 Oktober, maka tiga hari berikutnya, sudah dapat diputuskan nama Panglima TNI terpilih. Terlebih pimpinan DPR RI menjanjikan tiga hari setelah masa sidang dimulai, sudah bisa ketok palu Panglima TNI.

Pertanyaannya, siapa Panglima TNI yang baru? Ada dua nama yang santer disebut sebagai calon kuat. Yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. Tetapi, semua bertanggung pada keputusan presiden. Bisa jadi pergantian Panglima TNI dilakukan bersamaan Reshuflle Kabinet.

Sedangkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto rumornya bakal masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju. Hadi diketahui akan pensiun dari dinas militer pada November mendatang. Namun ada isu lain yang beredar, ada kemungkinan Andika Perkasa ditempatkan sebagai Kepala BIN menggantikan Jenderal Polisi (purn) Budi Gunawan (BG).

BG kabarnya diplot menjadi Menkopolhukam. Kemudian, Mahfud MD digeser menjadi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) menggantikan Yassona H Laoly. Lalu, ada nama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Dia dikabarkan bakal menempati pos sebagai Menteri Perhubungan. Namun, isu-isu tersebut masih belum terkonfirmasi secara pasti.

Pendiri lembaga survei KedaiKopi, sekaligus pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) mengatakan Jokowi memiliki hak prerogatif memilih Panglima TNI yang baru.

“Saya pikir presiden tidak mengulur-ulur waktu soal pergantian Panglima TNI. Kan pensiun Hadi Tjahjanto baru November nanti. Ada kemungkinan presiden belum nyaman saja jika harus cepat diganti. Biasanya sih calonnya dari tiga kepala staf TNI yang ada,” ujar Hensat kepada FIN di Jakarta, Jumat (15/10).

Selama ini, lanjutnya, Jokowi sering bikin kejutan. Bisa jadi Andika Perkasa dan Hadi Tjahjanto ditarik ke kabinet. “Soal itu tergantung kebutuhan presiden,” imbuhnya. Namun, untuk Panglima TNI yang baru, Hensat menyarankan seharusnya konsentrasinya adalah pengamanan negara.

“Yang dibutuhkan adalah sosok Panglima TNI yang memahami ancaman internasional. Misalnya soal konflik di Natuna. Nah, seharusnya yang dipilih sebagai Panglima TNI tahu persis soal itu,” pungkasnya.

Isu Baru Reshuffle Kabinet:

1. Jenderal Polisi (purn) Budi Gunawan: Menkopolhukam sebelumnya Kepala BIN

2. Mahfud MD: MenkumHam sebelumnya Menkopolhukam

3. Jenderal TNI Andika Perkasa: Kepala BIN sebelumnya KSAD

4. Laksamana TNI Yudo Margono: Panglima TNI sebelumnya KSAL

Saran Jika Jokowi Mau Ganti Kepala BIN

Sejumlah tokoh dengan latar belakang intelijen pun disebut-sebut sebagai calon kepala BIN, antara lain, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Kepala BAIS Letjen Joni Supriyanto, mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Doni Monardo, dan mantan KaBAIS Mayjen (Purn) Hartomo. 

Ke empat figur tersebut memang memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang Intelijen. Namun, dia juga menyinggung pentingnya kepala BIN memiliki kekuatan politik. “Kepala BIN ini bisa dibilang memiliki muatan politis. Tentu saja kapasitasnya harus dibarengi oleh back-up politik sehingga dia layak dan dipilih Pak Jokowi menjadi kepala BIN,” ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam.

Sedangkan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengatakan meminta awak media sabar menunggu pengumuman langsung dari Jokowi “Jadi soal perombakan kabinet atau reshuffle itu adalah hak prerogatif Presiden. kita tunggu saja pernyataan langsung dari Presiden,” ujar Fadjroel.,@gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here