KPU Jateng Bedah Buku Penyelenggaraan Pilkada Masa Pandemi

0
18

Semarang. www.panjinasional.netKetua KPU RI Ilham Saputra memberi apresiasi KPU Jateng yang telah menerbitkan buku berjudul Dinamika Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tengah Pandemi (Mengawal Keselamatan Rakyat dan Kualitas Demokrasi). Buku tersebut menceritakan berbagai kegiatan selama menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2020, masa wabah covid 19.

“Ini adalah yang pertama di Indonesia penerbitan buku kegiatan KPU di masa pandemi. Dalam forum ini pula buku berjudul  Dinamika Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tengah Pandemi (Mengawal Keselamatan Rakyat dan Kualitas Demokrasi) resmi kami lounching dan semoga menjadi catatan sejarah penyelenggaraan demokrasi di Indonesia,” kata Ilham Saputra dalam daring yang digelar KPU Jateng, Senin (4/10/2021).

Hadir sekitar 177 an partisipan yang mengikuti daring. Selain lembaga dan instansi terkait di Jawa Tengah, juga ikut bergabung perwakilan anggota KPU dari luar Jawa seperti Papua, Bangka, dan sebagainya. Daring yang dimoderatori Ferry Daud Liando ini menghadirkan pembicara aktifis sekaligus pengamat pemilu dan demokrasi (Perludem), Titi Anggraini.

Dalam pernyataannya Titi Anggraini menjelaskan buku tersebut cenderung berisi tentang apresiasi diri sekaligus sebagai catatan kegiatan selama penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020. Buku yang cukup komprehensif penghitungan suara dari hulu sampai hilir tersebut cukup membuat best seller di lingkungan penyelenggara pemilu.

“Dengan buku tersebut jejak  kegiatannya cukup memorabel sehingga dapat dinikmati masyarakat umum. Disajikan dengan bahasa sehari-hari yang cukup runut dan mudah dipahami dan apalagi kejadiannya di tengah tekanan masa pandemi,” kata Titi Anggraini.

Menurutnya, secara umum buku tersebut isinya sudah baik dan cukup membuat decak kagum karena sudah menuangkan pengalaman dalam sebuah tulisan. Apalagi penulisnya berjumlah 21 orang dengan setting dan ragam bahasa yang berbeda. Selain memberi apresiasi, Titi juga mengkritisi buku tersebut terutama di divisi layoutnya yang masih bersifat substansif belum atau kurang marketable. Materi yang disajikan, lanjutnya, juga kurang variatif, kurang lengkap dengan rangkaian penyelenggaraan pilkada seperti kampanye, logistisasi, dan sebagainya.

Namun pihak penerbit dan penulis seperti yang disampaikan Wahyu Nurjanah dan tim lainnya, sudah menyampaikan catatannya bahwa buku tersebut memang disusun oleh jajaran di lingkungan divisi penghitungan suara.

Titi Anggraini berharap buku berjudul Dinamika Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tengah Pandemi (Mengawal Keselamatan Rakyat dan Kualitas Demokrasi) adalah satu-satunya buku yang terbit di masa wabah pandemi. Sehingga pemilu atau pilkada di tengah wabah pandemi tidak akan terulang lagi karena memang besar tantangannya dan besar pula biayanya. Bisa mencapai hingga dua kali lipat. Bahkan pemilu di Korea masa pandemi lalu menghabiskan dana hingga empat kali lipat dari penyelenggaraan pemilu di masa normal. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here