Waduh…! Ketua MP3.S Tak Main-Main. Persoalan Pekerjaan Proyek RSUD Abuya Kangean

0
167

Sumenep, Panjinasional.net – Ketua Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3.S) Kabupaten Sumenep, nampaknya tidak main-main dalam menyikapi persoalan pekerjaan proyek RSUD Abuya Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, Ketua MP3.S, Sumenep tetap bersikukuh alias tetap ngotot pekerjaan proyek tersebut harus disesuaikan dengan RAB/SPEC. Bahkan pihaknya mulai mengambil sikap akan melakukan aksi demo ke ke dinas terkait.

” Iya biarkan saja mereka berkomentar, yang penting MP3.S tetap ngotot harus menyesuaikan dengan RAB/SPEC yang ada, sesuai dengan LDP yang dipersyaratkan ya,” kata Musahnan Ketua MP3.S., Sumenep, belum lama ini.

Bahkan dirinya juga menegaskan, ketika dia tidak bisa memperbaiki itu ya kita tetap ngotot sampai kapan tetap ngotot. Dan saya sudah merencanakan unjuk rasa ke dinas terkait. “Kalau memang tidak cepat di selesaikan permasalah yang ada itu,” tegasnya.

Disisi lain Musahnan juga mulai membeberkan pertemuan MP3.S dengan Dewan Komisi III. ” Kemarin kan sudah pertemuan di Dewan di Komisi III terkait dengan hasil evaluasi itu dan Dinas terkait di panggil, Konsultan di panggil. Iya justru memang di permasalahkan, apa itu temuan dianggap benar sebenarnya,” sambungnya.

” Jadi apa katanya Pak Jakfar sebagai Kepala Dinas itu, hal yang sepele itu, memang kalau papan nama sepele, apa artinya papan nama kan seperti itu. Tapi permasalahan yang sebenarnya tidak di ungkap oleh dia, tidak pakek vibrator. Itu hal yang masalah, besi dinilai oleh Dewan itu bukan SNI,” bebernya.

Sementara dikutip dari media Okedaily.com, Moh.Jakfar, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, kalau pekerjaan sampai dihentikan karena hal sepele maka tidak akan selesai tepat waktu.

“ Kalau hal-hal kecil tidak perlu, cukup diperbaiki karena tidak ada proyek yang sempurna, pasti ada kesalahan-kesalahan kecil, selama pekerjaan tidak fatal tetap dilanjutkan. Masak harus menghentikan pekerjaan,” tegasnya.@qib/bas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here