PETROKIMIA GRESIK RAIH ‘3 STARS’ DI AJANG INTERNASIONAL “ASIA PACIFIC QUALITY ORGANIZATION”

0
12
Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo didampingi DOP PG & DKU PG beserta pejabat terkait memukul gong sebagai simbolisasi pembukaan Pesta Inovasi Kerajaan Petrokimia Gresik KIPG XXXV
Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo didampingi DOP PG & DKU PG beserta pejabat terkait memukul gong sebagai simbolisasi pembukaan Pesta Inovasi Kerajaan Petrokimia Gresik KIPG XXXV

GRESIK, www.panjinasional.net – Innovation Awards Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) Ke-35 mampu menghasilkan nilai tambah hingga Rp250 miliar bagi perusahaan pupuk berplat merah milik pemerintah.

Sejumlah inovasi di tahun 2020 mampu mengantarkan Petrokimia Gresik juga berhasil meraih empat predikat “3 Stars” atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional “26th Asia Pacific Quality Organization (APQO)” yang dilaksanakan secara virtual di Perth, Australia beberapa waktu lalu.

“Raihan prestasi di ajang internasional ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menumbuhkan dan mengelola budaya inovasi di perusahaan, hingga mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia industri di Indonesia bahkan hingga internasional,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam ajang yang diikuti 57 tim dari berbagai negara ini, Petrokimia Gresik mengirim 4 (empat) gugus yakni Gugus Inovasi Operasional (GIO) Digital Office, GIO Fleksi, Sistem Saran (SS) Kuantitatif dan SS Sludar Sludur, yang sebelumnya juga telah berprestasi di tingkat nasional pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2020.

“Seluruh tim yang kami kirim berhasil meraih predikat “3 Stars” yang merupakan kategori tertinggi di ajang ini,” imbuh Dwi Satriyo. Masing-masing gugus tersebut memiliki terobosan yang bernilai tambah bagi proses bisnis perusahaan.

Adapun inovasi yang diciptakan oleh GIO Digital Office mampu menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. Inovasi tersebut mampu menyumbangkan penghematan sebesar Rp839,6 juta dalam waktu 13 (tiga belas) bulan. Selanjutnya, inovasi dari GIO Fleksi berhasil menurunkan Downtime Pabrik Urea karena kegagalan bahan baku dari 67,7 jam/bulan menjadi 31,5 jam/bulan. Inovasi ini mampu menghasilkan potensi penghematan hingga Rp252 miliar dalam waktu 7 (tujuh) bulan.

Sedangkan SS Kuantitatif mampu menjaga kualitas Pupuk ZA impor agar tetap sesuai standar dengan Metode Volumetri, sehingga mengurangi potensi kerugian perusahaan akibat komplain dari end-user. Terakhir, SS Slundar Slundur sukses memanfaatkan limbah padat hasil kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bahan baku filler pada Pupuk NPK. Berdasarkan perhitungan verifikasi kinerja keuangan, penerapan inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar Rp2,9 miliar dalam setahun.

Dwi Satriyo menegaskan bahwa berbagai inovasi yang dilakukan Petrokimia Gresik merupakan upaya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan daya saing perusahaan untuk menjadi market leader dan dominant player di sektor Agroindustri.

“Inovasi menjadi kebutuhan dasar perusahaan dalam menciptakan masa depan baru yang lebih sukses. Ini sejalan dengan salah satu core value perusahaan AKHLAK yaitu Adaptif yang mampu menjawab segala perubahan dan tantangan dengan inovasi,” tutupnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here