Dimulai Sidang Penganiayaan Jurnalis Nurhadi, AJI Soroti 10 Pelaku Lainnya Bebas

0
61
Aksi perwakilan AJI di depan kantor PN Surabaya saat dimulainya persidangan Jurnalis Nurhadi

Surabaya Panjinasional.net – Perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya saat persidangan dua polisi sebagai terdakwa perkara penganiayaan Jurnalis Tempo, Nurhadi, Rabu 22 September 2021.

Eben Haezer selaku Ketua AJI Surabaya menyampaikan keprihatinan terhadap aksi kekerasan terhadap wartawan di beberapa wilayah termasuk di Surabaya yang menimpa Nurhadi.

Melalui pemaknaan aksi tersebut, Eben Haezer dan sejumlah anggota AJI mengenakan kaus hitam dengan pita putih dilengan serta kresek untuk penutup kepala.

“Kaus hitam ini sebagai tanda keprihatinan kami terhadap kekerasan jurnalis yang masih terjadi. Pita putih ini tanda kami mengharapkan peradilan dan proses hukum yang bersih. Sedangkan kresek penutup kepala ini untuk mengingatkan bahwa dalam penganiayaan tersebut, Nurhadi juga sempat ditutup kepalanya dengan kresek oleh para pelaku” kata Eben Haezer, 22 September 2021.

Sedangkan Sasmito selaku Ketua Umum Aji berharap agar majelis hakim PN Surabaya bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. Sasmito juga meminta agar majelis hakim memerintahkan kepada jaksa agar menahan kedua terdakwa, Firman Subkhi dan Purwanto.

Sebab dua polisi tersangka kekerasan terhadap jurnalis Nurhad tidak ditahan. dan masih sejumlah pelaku yang saat itu menghalang-halangi Nurhadi, tapi tidak diproses hukum. Padahal menghalangi kerja wartawan itu melanggar UU 40/1999.

Sasmito kemudian memberikan informasi kondisi terkini Nurhadi, serta mengingatkan publik bahwa proses sidang ini harus selalu dipantau baik AJI maupun lembaga pers lainnya. “Belum ditahannya kedua terdakwa ini menyebabkan korban (Nurhadi) ketakutan karena berada di bawah bayang-bayang ancaman. Sebab sampai saat ini, korban masih belum bisa pulang ke rumahnya dan belum bisa beraktivitas, serta masih berada di bawah perlindungan LPSK”, ujarnya.

“Kami juga mendesak kepada polisi untuk menangkap para pelaku lain yang jumlahnya diduga lebih dari 10 orang. Kami mengingatkan bahwa sidang ini akan terus kami pantau. Bahkan sejumlah lembaga internasional telah berkomitmen untuk ikut mengawal persidangan ini”, sambung Sasmito, dikutip dari tempo.

Usai menggelar aksi di depan PN Surabaya, perwakilan peserta aksi diterima untuk bertemu dengan Humas PN Surabaya, Syafri berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada majelis hakim yang memimpin persidangan perkara tersebut.

Perlu diketahui, terjadinya kasus penganiayaan bermula saat Nurhadi sedang berusaha mewawancarai Angin Prayitno Aji, mantan pejabat Dirjen Pajak Kementerian Keuangan yang tersandung dugaan perkara suap dan kala itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, namun ia tiba-tiba ditangkap, dianiaya, serta diinterogasi oleh sejumlah aparat dan ajudan Angin Prayitno Aji.

Dalam proses persidangan Jaksa Winarko menjerat kedua terdakwa dua anggota Polda Jatim Firman Subkhi dan Purwanto dengan pasal 18 ayat 1 UU Pers, pasal 170 KUHP, pasal 351 jo pasal 55 dan pasal 335 KUHP atas dakwaan terhadap keduanya yang telah melakukan kekerasan pada Nurhadi 27 Maret 2021 lalu.@gtt..

#PeradilanBersihuntukNurhadi #SayaBersamaNurhadi #StopKekerasanterhadapJurnalis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here