Komentar Petani Garam, Saat Menghadapi Musim Kemarau Basah

0
36
Area Tambak garam Sampang Madura

Sampang Panjinasional.net – menginjak bulan september curah hujan masih sangat tinggi, hujan diperkirakan sudah empat kali sebulan, petani garam desa pangarengan kecamatan pengarengan tidak bisa memprediksi hasil taninya penyebab utama cuaca belum maksimal

Petani garam menghadapi  cuaca kurang panas maka akan dapat mengurangi permintaan produksi, biasa dalam lima belas hari panin garam bisa maksimal dan sebaliknya dalam satu minggu bisa kurang optimal

Berdasarkan pantau media panjinasional menjelajah keberadaan petani garam di Desa pangarengan – madura

Dari hasil konfirmasi yang di sampaikan salah satu petani garam Moh Aksan yang merupakan kepala Desa pengarengan mengatakan tentang keberadaan Petani garam pada saat ini.jum,at 17 /9/2021

Alhasil menyampaikan tahun ini merupakan kemarau basah jadi para petani kurang maksimal dengan hasil taninya ,serta tidak dapat memenuhi permintaan produksi.

Di singgung terkait harga ia mengatakan masih dalam tataran yang sama seperti tahun sebelumnya tidak ada perubahan.posisi harga pasaran pabrikan Kw1 di atas truk dalam 1 ton Rp 600 per kg. Kalau Kw2 itu masih ada di harga Rp.500 per kg, itu masih hitungan sama dengan pengambilan dari petani satu sak cuma ada tambahan biaya angkut saja.

Untuk produksi tidak ada pembatasan garam , hanya saja stok sangat minim jadi tidak ada pembatasan, untuk sekarang masih 25 ton tapi normalnya 1 hektar bisa mencapai seratus jadi petani bisa mencapai 1 ton. Ucapnya

Lanjut ! di tanya harga Normal , ia menjawab harga normal di cloting poin itu berkisar antara 700 sampai 800 itu gak mahal dan tidak murah jadi harga pokok produksi 750 diatas truk. Pihaknya juga membandingkan harga dunia harga di atas kapal minimal mencapai 40 dollar. adapun harga impor juga mencapai harga 700 itupun menurut perangko gudang itu harga minimal dan maksimal juga gak masalah.

Ia menambahkan bahwa di indonesia yang banyak garam australia untuk industri dilapangan harga CL nya 97 kalau di indonesia kurang lebih rata rata mulai dulu. Alam yang tidak memungkinkan ini, kalau di olah pakai mesin kostnya mahal serta diolah untuk mencapai 97 % kalau sudah seperti ini ketemunya bisa mencapai 1000 sampai 1500 per kg.

Membandingkan dengan garam di sini australia bisa mengirimkan garam halus berkisar 1000 per kg dalam bentuk per sak.pungkasnya

Moh.aksan juga prihatin memikirkan petani, pedagang ,mau bagaimana kalau sudah faktor alam. Melihat dari kondisi alam kalau di australia musim kemarau bisa mencapai 11 bulan. (San/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here