TAK PERNAH NIKMATI DANA BANSOS, JATAH KPM DIDUGA DI EMBAT OKNUM KETUA KELOMPOK

0
34
Gambar ilustrasi pungli
Gambar ilustrasi pungli

GRESIK, www Panjinasional net – Meski namanya tercatat sebagai Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Desa Watuagung Pulau Mengare yang tidak mau disebutkan namanya ini Kaget saat melakukan cetak buku tabungan yang digunakan sebagai rekening bank penerima bantuan sosial dari pemerintah yang digunakan selama ini.

Informasi yang di himpun di lapangan menyebutkan Ada mutasi keluar yang nilainya mencapai 18 juta rupiah pada salah satu KPM. Ada kemungkinan ini juga dialami oleh KPM yang lain yang ATM nya diserahkan ke oknum Ketua Kelompok.

Kekisruhan yang terjadi dalam penyaluran uang PKH kepada KPM di Pulau Mengare (Watuagung, Tajungwidoro dan Kramat) dinyalir melibatkan ketua atau pengurus KPM di masing-masing dusun atau desa setempat.

Pihak pendamping PKH menanggap adanya gejolak dalam penyaluran PKH di sana dikarenakan ulah oknum ketua kelompok KPM PKH. Mulai dari pengambilan kartu ATM secara terkordinir maupun penarikan pungutan Rp 10 ribu yang katanya untuk uang kas.

“Kalau dari pihak pendamping kami pastikan tidak ada yang mengambil maupun memegang ATM milik KPM. Kami justru meminta ATM itu dikembalikan kepada KPM setelah tahu ada ketua KPM yang pegang ATM,” ujar Kordinator Pendamping PKH Kecamatan Bungah Hamdi

Bahkan, lanjut Hamdi, pihaknya berupaya meredam kekisruhan tersebut dengan mengumpulkan para KPM di masing-masing desa untuk diberi penjelasan sekaligus menampung berbagai keluhan..

Terkait adanya uang Rp 18 juta yang keluar dalam print out buku rekening KPM PKH, Hamdi menyebut jumlah uang yang masuk dan keluar dalam print out tsb merupakan akumalasi dari total pemasukan dan pengeluaran uang selama beberapa tahun

“Awalnya kami sendiri juga kaget kok ada uang masuk dan keluar rekening sebesar Rp 18 juta. Ternyata kami baru tahu setelah diberi penjelasan dari pihak Bank dan dicetakkan rekening koran,” ungkap Hamdi

Lebih lanjut Hamdi membeberkan, uang yang tercantum dalam pint out rekening dengan jumlah cukup besar itu tercatat sebagai uang masuk-keluar sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kalau gak salah sejak 2008 sampai sekarang. Bisa jadi karena buku rekeningnya tidak pernah diprint out. Setelah kami tunjukkan cetak rekening koran, pihak KPM bisa menerima penjelasan kami,” kilahnya. ( shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here