Kejati Tahan Lagi Satu Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim

0
65
Tersangka CF saat diiringi ke kantor Kejati Jatim

Surabaya. Panjinasional.net – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan satu lagi tersangka kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Riono Budi Santoso mengungkap tersangka berinisial CF, dalam perkara tersebut berperan sebagai debitur yang diduga membobol Bank Jatim dan ditaksir merugikan negara senilai Rp 22 miliar lebih.

“Tersangka sekitar pukul 17.05 WIB sore tadi langsung kami tahan, setelah menjalani pemeriksaan sekitar lima jam di hadapan penyidik Kejati Jatim,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

CF ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, selama 20 hari ke depan.   

Menurut Aspidsus Riono, penahanan dilakukan untuk mempercepat penyelesaian perkara. “Berdasarkan syarat objektif dan subjektif telah memenuhi syarat untuk ditahan,” ujarnya.

Perlu diketahui. Tersangka CF merupakan salah satu debitur yang membobol Bank Jatim cabang Kepanjen senilai 23 milyar lebih dengan modus memalsukan dokumen dokumen pengajuan kredit bekerja sama dengan petugas Bank Jatim cabang Kepanjen sehingga mengakibatkan  kerugian negara kurang lebih 22 milyar.

Dalam kredit kasus fiktif ini, Kejati Jatim sebelumnya telah melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka, yang terdiri dari dua pegawai Bank Jatim Cabang Kepanjen, serta dua orang debitur, yang saat ini masing-masing perkaranya telah memasuki persidangan.

Sedangkan Perkara korupsi tersebut berawal dari proses realisasi kredit yang dikucurkan Bank Jatim Cabang Kepanjen, Malang, senilai Rp100 miliar kepada 10 kelompok debitur pada kurun waktu 2017 hingga September 2019. Tercatat masing-masing kelompok debitur berjumlah tiga hingga 24 anggota. 

Maka Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menilai para tersangka saling bekerja sama untuk merealisasikan kredit tersebut, meski proses pengajuannya tidak ada satu pun yang memenuhi ketentuan.

Aspidsus Riono menjelaskan modusnya dengan meminjam nama-nama orang lain untuk menerima kredit sehingga seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur semuanya telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. 

“Oleh karena proses pengajuan yang tidak layak, akibatnya kredit yang telah dikucurkan tidak terbayar dan angsurannya dinyatakan macet,” katanya.@*gtt*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here