Diduga Pendamping PKH Tutup Mata Adanya Potongan Dana Bansos di Gresik

0
68
Gambar ilustrasi pungli
Gambar ilustrasi pungli

GRESIK, www.panjinasional.net – Pemotongan dana bantuan sosial terjadii di pulau Mengare kecamatan Bungah, kabupaten Gresik Jawa Timur.

Puluhan warga penerima manfaat mengeluh karena hak-hak mereka diduga dirampas oleh pendamping program keluarga harapan (PKH). Ada 3 desa di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah diantaranya desa Watuagung, Kramat dan Tajungwidoro.

Dari Informasi yang dihimpun, ditemukan banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak menerima pencairan dana bantuan dari pemerintah. Sebab, ATM mereka dipegang oleh oknum di masing-masing desa.

Kabar ini muncul setelah salah satu dari keluarga KPM berinisiatif mengecek langsung lewat buku tabungan. Ternyata, ada transaksi uang masuk.Namun KPM yang bersangkutan tidak merasa menerima bantuan dari Kementerian Sosial itu. Para KPM yang lainpun akhirnya bertanya-tanya dan meminta pertanggungjawaban oknum itu.

“Semua KPM sudah kumpul di tiap-tiap desa untuk minta klarifikasi,” ujar sumber yang enggan disebut identitasnya, saat menghubungi media ini melalui telepon seluler, Kamis (16/9/2021).

Bahkan, untuk melancarkan perbuatannya, oknum di salah satu desa meminta KPM menandatangani surat pernyataan. Isinya, KPM bersedia menyerahkan ATM ke oknum tersebut.

“Sekarang ATM sudah diambil semua. Ada yang sudah dikembalikan uangnya, ada juga yang belum, katanya mau dilunasi Jumat” imbuh sumber tersebut.

Tidak hanya itu, pungutan sejumlah uang juga dialami oleh KPM. Mereka diminta menyerakan dana yang besarannya antara Rp 20.000 – Rp 30.000 ribu ke oknum dengan dalih sebagai uang kas.

“Kalau mau pencairan bantuan PKH baru ditarik segitu. Alasan buat kas, kan gak masuk akal sebesar itu,” pungkasnya.

Disisi lain, Koordinator pendamping PKH Kecamatan Bungah, Hamdi Akhmadi saat dikonfirmasi mengiyakan adanya kasus tersebut. Hamdi berdalih kejadian tersebut karena adanya perubahan sistem di Kemensos.

“Saat itu memang sistem sedang krodit mas sehingga muncul banyak masalah di lapangan” sanggah Hamdi, Kamis (16/9/2021).

Saat disinggung adanya surat pernyataan bahwa kartu ATM dibawa pendamping, Hamdi berdalih bahwa persoalan itu sudah selesai dan surat itu dinyatakan tidak ada.

“Terkait surat pernyataan tentang pemegang ATM itu sudah diselesaikan dan suratnya dicabut” terang Pria yang suka berkopiah.

Menurut pengakuan Hamdi pihak pendamping sudah diingatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Di pulau mengare ada tiga pendamping PKH yang mendampingi para keluarga penerima manfaat bantuan sosial dari pusat tersebut.

Di singgung adanya permintaan uang kepada KBM sebesar Rp20.000 sampai Rp30.000 saat pencairan, Hamdi berdalih bahwa itu bukan pungutan tapi uang konsumsi.

“Gak ada pungutan mas, yang ada konsumsi untuk tiap pertemuan kelompok, itu sesuai kesepakatan KPM juga” sanggah Hamdi singkat. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here