Gugatan Sita Jaminan Ex Karyawan Dimenangkan PT Smelting

0
87

Panjinasional Gresik – Setelah beberapa kali persidangan offline dan online akhirnya gugatan perlawanan peletakan sita jaminan antara Tjajik Usman Effendy kepada PT Smelting berakhir dengan putusan Pengadilan Negeri Gresik, bahwa gugatan perlawanan Tjajik Usman Effendy orang tua dari Kasmandani Sasmita mantan karyawan PT Smelting ditolak oleh Majelis Hakim 10/9/2021.

Putusan Majelis Hakim, yang diketuai oleh Hakim Eddy SH ini memutuskan dalam putusan no 1/Pdt.Bth /2021/Gsk, melalui banyak pertimbangan-pertimbangan dari para saksi dan barang bukti yang sudah di periksa majelis Hakim Memutuskan, bahwa menolak perlawanan Tjajik Usman Effendy yang diwakili kuasa hukumnya Marudud S.H dari Lokataru Jakarta untuk seluruh nya, dan menyatakan sita jaminan no  8/Pen.CB/2020/PN.Gsk tertanggal 13/7/2020 dan berita acara sita jaminan (Convervation Beslag) nomor 18/Pen.CB/2020/PN.Gsk tertanggal 20 juli 2020 dinyatakan sah dan berharga. Lokataru adalah Kantor Hukum yang dipimpin oleh Haris Azhar, namun dalam persidangan di PN Gresik Haris Azhar jarang hadir dan yang sering hadir adalah Marudud, S.H.

Artinya bahwa upaya perlawanan Tjajik Usman Effendy berakhir sudah di pengadilan negeri Gresik dengan putusan.

” Tentu saja kami sangat berharap bahwa eksekusi itu dijalankan sesuai dengan keputusan sita jaminan, tetapi disini tentu saja pelawan tetap memiliki hak untuk melanjutkan ke proses hukum selanjutnya (banding) ” ujar Hary Purnama salah satu kuasa hukum dari PT Smelting saat di konfirmasi melalui telp seluler nya.

” Jika dari awal kami sudah membayar kewajiban yang harus kami bayar dan sekarang giliran kami yang meminta hak kami,maka proses ini akan kami ikuti saja ” tambahnya lagi.

Sementara Kasmadani sebagai turut terlawan dari gugatan Tjajik Usman sekaligus adalah putranya sendiri yang notabene juga mantan karyawan PT Smelting terlihat sibuk mengurus upaya bandingnya.

” Ini saya tetap akan melakukan upaya hukum lainnya yaitu  banding, dan disamping itu saya masih berupaya di polres minta kejelasan laporan pidana saya terkait barang bukti yang digunakan di persidangan beberapa waktu yang lalu oleh pihak PT Smelting terlihat ada kejanggalan” ucap Kasmadani saat dimintai tanggapan mengenai putusan tersebut diatas.

Kembali konfirmasi kepada pihak PT. Smelting melalui telp seluler dan jawaban dari kuasa hukumnya ” jika memang bukti yang kami berikan dipersidangan dianggap palsu mana buktikan aslinya ada atau tidak ?” Jawab Hary lagi..

Bagaimana hasil upaya hukum pihak Kasmadani terkait sengketa ini, kita tunggu putusan Pengadilan Tinggi selanjutnya.. bersambung@ Ernie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here