CSR Bank Mandiri Bantu Danai Renovasi Museum Al-Husna MAJT

0
18
Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA (dua dari kiri) bersama Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi (3 dari kiri), memperlihatkan nahkah berita acara yang telah ditandatangani.

Semarang.www.panjinasional.net – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan bantuan dana program renovasi fisik Museum Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT),  melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 100 juta.

“Bantuan renovasi PT Bank Mandiri ini sudah dikerjakan sejak Maret 2021. Jumat ini (10/9/2021) Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA dengan Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi, hanya penandatanganan simbolis atas selesainya renovasi,” jelas Sekretaris Pelaksana Pengelola MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg.

Ketua PP MAJT Prof Dr Noor Achmad MA di sela penadatanganan menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri. 

Dalam kondisi normal,  pendapatan MAJT dari pemasukan infak dikurangi beban operasional kawasan masjid, rata-rata per bulan dapat menyisakan saving sebesar Rp 250 juta. Bahkan kadang mencapai Rp 500 juta. Namun sejak pandemi, seiring ditutupnya Convention Hall, Menara Al-Husna termasuk di dalamnya terdapat museum 2 lantai, toko dan kios di kawan masjid, praktis bidang usaha tersebut tidak menghasilkan pemasukan untuk MAJT.

Sebagai konsekuensinya, selama pandemi yang berlangsung 2 tahun ini, MAJT harus mengeluarkan dana saving Rp 400 juta perbulan untuk menutup biaya operasional, karena pendapatan menyusut drastis menjadi di bawah Rp 100 juta, bahkan pernah memperoleh pemasukan di bawah Rp 20 juta dalam sebulan.

“Kami pun harus menerapkan iuran kepada para pengurus PP MAJT untuk menutup biaya operasional. Maka kami berterima kasih sekali, kepada Bank Mandiri yang membantu renovasi Rp 100 juta untuk museum Al-Husna,” tegasnya.

Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi menegaskan, program CSR dengan merenovasi Museum Al-Husna, sebagai bukti kepedulian Bank Mandiri kepada masyarakat Jawa Tengah. Harapannya, dengan renovasi tersebut  bermanfaat untuk museum dengan memberi kenyamanan para pengunjung sehingga diharapkan pengunjung akan semakin tertarik dan animo yang hadir pun akan semakin banyak.

Sementara itu Ketua Asosiasi Museum Daerah (Amida) Provinsi Jawa Tengah Agung Kristiyanto menegaskan, rasa syukurnya museum Al-Husna akhirnya terpilih yang mendapat bantuan renovasi senilai Rp 100 juta.  Mengingat di tengah pandemi, banyak museum yang kondisinya hidup segan mati tak mau. “Alhamdulillah bantuan datang pada saat yang tepat, ketika MAJT kesulitan merenovasi karena pandemi Covid-19,” katanya. 

*Mulai Tanam Kurma* Jumat (10/09/2021) di lokasi MAJT juga mulai ditanami pohon kurma secara simbolis oleh pengurus MAJT, di antaranya Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad MA, KH Ali Mufiz MPA, Prof Dr Ahmad Rofiq, Dr KH Ahmad Darodji MSi, KH Hadlor Ikhsan, dan Drs KH Muhyiddin MAg.

Ketua Tim Penanaman Kurma MAJT Drs H Istajib AS mengatakan penanaman pohon kurma ini akan diakhiri pada hari Jumat 1 Oktober mendatang. Sebanyak 145 bibit pohon ini terdiri atas 105 kurma barhi dan 40 kurma ajwa. Biaya penanaman pohon kurma ini Rp96 juta. “Tetapi dana yang masuk secara riil baru ada Rp 86 juta,” katanya.

Istajib menambahkan, anggaran penanaman kurma, palem, dan trembesi ini bersumber dari bantuan pengurus PP MAJT secara perseorangan, beberapa bupati, Walikota dan Wakil Walikota Semarang, kemudian anggota DPR RI, dua anggota MPR RI, dua anggota DPRD Jawa Tengah, dan tokoh masyarakat.

“Kami bertekad setiap pohon kurma akan dialiri air dengan sistem kran. Oleh karenanya, tim kurmanisasi masih sangat berharap adanya bantuan dari para donatur yang sifatnya tidak mengikat. Syukur Kiai Darodji melalui Baznas membantu Rp75 juta untuk pemeliharaan,” ujar Istajib sambil berharap agar program kurmanisasi menjadikan MAJT semakin hijau, indah, dan sejuk, sehingga ke depan bisa menjadi daya tarik wisatawan.(Mim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here