Luar Biasa. Aksi Pungutan Bupati Probolinggo dan Suaminya

0
37
PJ KADES BATAL: Sebanyak 17 tersangka kasus jual beli jabatan di Probolinggo dijebloskan ke dalam rutan

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menggeledah rumah dan aset-aset milik Bupati Probolinggo membawa beberapa koper barang bukti hingga menyita dua sepeda mewah terkait kasus suap jual beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 22 orang sebagai tersangka penerima dan pemberi suap. Dua diantaranya yakni Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, yang saat ini sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Nasdem.

Dua Sepeda mewah yang dibawa petugas KPK yakni bermerek Trek tipe Emonda SLR 7 eTap. Sebagaimana hasil penelusuran dari situs resmi, harga sepeda balap Trek Emonda SLR 7 eTap yakni 9,299.99 dolar Amerika Serikat (AS), atau Rp 275.054.772,48 dengan hitungan 1 dolar AS Rp14.251,55. Sepeda berbahan karbon ini merupakan sepeda impor yang diproduksi Trek Bicycle Corporation asal AS. 

Sepeda bermerek Alex Moulton yang disita KPK terkait kasus jual beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo.

Untuk tipe yang paling murah yakni Trek Emonda ALR 7 dengan harga Rp30.640.689. Sepeda kedua, jika dilihat dari rangka sepeda yang disita KPK, bermerek Alex Moulton. Harga sepeda asal Inggris ini berkisar Rp27,6 juta hingga Rp 374,4 juta tergantung model.

Melihat Desain rangka yang tidak biasa dibanding sepeda lainnya namun tetap nyaman digunakan, membuat sepeda dengan roda kecil ini menjadi mahal.

JUAL BELI JABATAN dan UPETI KAS DESA

Dalam kasus suap jual beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo ini, Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin mematok tarif sebesar Rp.20 juta. Ditambah lagi, upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp5juta/hektare kepada pegawai negeri sipil di Pemkab Probolinggo yang akan ditunjuk sebagai pejabat sementara kepala desa.

Artinya, Terhitung mulai 9 September 2021, terdapat 252 kepala desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selesai menjabat. 

Untuk itu, Hasan Aminuddin, Puput Tantriana Sari, Doddy Kurniawan serta Muhamad Ridwan selaku pihak penerima dan perantara suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara 18 pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. dikutip kompastv,.@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here