Bekali Siswa Skill Bahasa Inggris, SMPIT INSAN KAMIL SIDOARJO Gelar Program English Camp Secara PTM Terbatas dan PJJ.

0
59
Siswa SMPIT Insan Kamil saat ikuti pelajaran tatap muka

Sidoarjo, www.panjinasional.net – Pembelajaran di masa PPKM Darurat membutuhkan strategi dan inovasi yang tepat untuk mendukung perkembangan belajar siswa. Guru harus bergerak cepat mengikuti perkembangan dan kondisi yang ada dengan merumuskan strategi pembelajaran yang efektif dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Dalam upaya membangun siswa yang mampu berdaya saing global untuk menuju sekolah bertaraf Internasional Sekitar 121 siswa jenjang 7 SMPIT Insan Kamil Sidoarjo mengikuti Program English Camp secara PTM Terbatas dan PJJ selama satu bulan penuh.

Program ini sangat menarik karena pembelajaran dilakukan secara DARING (dalam jaringan) dan LURING (luar jaringan). Sekitar 35 persen siswa belajar dari sekolah dan lainya dari rumah dengan tentor pendamping di rumahnya masing-masing. 

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya membekali dalam ilmu pengetahuan saja, namun mengawal pembiasaan siswa dalam ibadah dan karakternmya mulai dari dini hari sampai malam hari seperti kegiatan bangun malam pukul 03.00 melalui tahajjud call, sholat dhuha, membaca dzikir dan tilawah bersama melalui G.Meet, dan setoran vocabularry di malam hari

“Senang tadz kalau bisa belajar offline, mood naik dan lebih bisa memahami materi yang disampaikan”, ungkap hanggar salah satu siswa kelas 7  yang mengikuti program ini. Senin (6/9/21).

Aniqotul Uhbah selaku Kepala Sekolah mengatakan, bahwa program ini merupakan kerja sama dengan STKIP Al Hikmah Surabaya dan mengadopsi Metode Birkhenbil dari Jerman. Pembelajaran dibagi menjadi 3 sesi yaitu Grammar, Birkhenbil, dan Speaking. Birkhenbil merupakan metode belajar Bahasa Inggris dengan mengutamakan pembiasaan berbicara, mendengar, dan membaca tanpa paksaan kepada siswa sehingga merasa mudah dan senang dalam belajar Bahasa Inggris.

“Harapan kami, siswa mampu mempunyai skill Bahasa Inggris yang baik, benar, dan lancar sehingga kedepan mampu memiliki jiwa yang mampu berdaya saing global dan survive di zamanya,”Lanjutnya. **sumber:Imam Syahroni/Afd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here