Rapat Persiapan FGD Tol Trans Madura di Kantor Bappeda Prov Jatim

0
522

Pertemuan yang diawali oleh Haji Zaini dengan memberikan ucapan selamat atas nama tokoh  Madura kepada Ir.Mohammad Yasin,MSi  yang diberi amanah sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jatim baru

Surabaya, www.panjinasional.netSetelah Pandemi covid-19 relatif melandai, Dewan Pembangunan Madura (DPM) yang dipimpin ketuanya H. Achmad Zaini, pada selasa 31 agustus 2021 telah menemui Kepala Bappeda Prov Jatim Mohammad Yasin.

Para tokoh tokoh Madura yang turut hadir antara lain, Rektor Univ Trunojoyo, DR Mohammad Syarif, KH Syafik Rofi’i mantan Wabup Bangkalan dan Dhurriyah Syaichona Kholil, intelektual Madura DR KH RPA Mujahid Anshori sekretaris DPM Harun Al Rasyid dan perwakilan pemuda Rahman SH dan H As Rizal SH.

Pada pertemuan yang penting ini sebagai langkah teknis dari dua kali  pertemuan dengan Sekdaprov Jatim DR Heru Tjahjono setelah DPM diterima Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada 1 juni 2021 lalu.

Pertemuan yang diawali oleh Haji Zaini dengan memberikan ucapan selamat atas nama tokoh  Madura kepada Ir.Mohammad Yasin,MSi  yang diberi amanah sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jatim baru.

Lebih jauh selanjutnya Haji Zaini melaporkan kepada pejabat baru tersebut, bahwa pertemuan ini atas arahan dari Sekdaprov, mengingat perlunya pembahasan pembangunan Tol ini sudah menyangkut hal teknis dan strategis. Haji Zaini juga menjelaskan bahwa perjuangan ini juga sudah dilaporkan dan mendapatkan dukungan dari tokoh tokoh madura sedunia dalam pertemuan yang dimotori oleh Mahfud  MD, Menkopolhukan baru baru ini.

Sedangkan pertemuan dengan Kepala Bappeda Mohammad Yasin,MSi ini telah disepakati akan di selenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) pada pertengahan september 2021.

FGD ini akan menjadi moment yang strategis dalam menghimpun data dan informasi penting dalam rangka pembuatan Pra FS Tol Tran Madura. Diharapkan dalam FGD ini tokoh sentral madura Mahfudz MD hadir untuk memberikan pemikirannya tentang perubahan Geo ekonomi politik madura dalam tatanan dunia baru yang berubah.

Untuk kedatangan Menkopolhukan ini, DR Siti Marwiyah, rektor Unitomo sekaligus adik kandung Mahfudz MD berupaya memastikan kehadirannya dengan minta waktu melalui Stafsus Mengkopolhukam Imam Marsudi.

Sementara Rektor Unijoyo  menambahkan, bahwa berdasarkan studi yang dilakukan Unijoyo juga menjadi dasar surat DPM kepada Presiden Jokowi, bahwa Tol Madura adalah sebuah keniscayaan mengingat trafic volume dan kepadatan jalan di Madura sudah overloaded.

Bahkan KH RPA Mujahid Anshori telah menambahkan, bahwa kepadatan arus jalan lalu lintas hingga sering mengakibatkan insiden kecelakaan. 

Sementara Sekretaris DPM Harun Al Rasyid juga menegaskan, Bahwa Tol Trans Madura sesungguhnya juga sudah direncanakan dalam rencana Induk pembangunan Madura sesuai Perpres 27/2008 maupun Perpres Nomor 80/2019 yang diperjuangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

DPM berkeyakinan bahwa realisasi jalan Tol Madura akan bersinergi dengan pemerintah pusat serta berdampak langsung bagi pembangunan ekonomi di Jawa Timur. apalagi dengan keinginan langsung dari masyarakat yang menjadi  kebutuhan bagi masyarakat itu sendiri.

Lebih jauh Harun menegaskan bahwa Tol Trans Madura menjadi infrasturtur mutlak yang tidak hanya untuk mengurai kemacetan saja, tapi juga menjadi backbone bagi rencana pelabuhan Tanjung Bulu Pandan sebagai pengganti Tanjung Perak, adalah kawasan indutri dan pengungkit pariwisata alam dan Religi di Madura dalam rangka percepatan mewujudkan Madura Maju dan sejahtera pungkasnya.

Lebih lanjut, untuk mendapatkan gambaran yang utuh, KH Syafik Rofii mengingatkan agar 4 Bupati Se Madura agar menjadi nara sumber utama dalam FGD yang akan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai Keynote Speaker. Tujuan umum focus group discussion adalah untuk menyamakan setiap persepsi atas  topik untuk melahirkan  pengertian baru terkait apa yang akan dibahas. (*ASyful).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here