18 Tahun Bangun Dinasti Politik Bupati Probolinggo Kandas Di OTT KPK?

0
146
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kiri) dan suaminya Anggota DPR RI Hasan Aminuddin (kanan) ditangkap KPK, Senin (30/8/2021) dini hari.

Bagaimana nasib Dinasti yang sudah dibangun? Kabarnya mereka berdua Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana sedang menyiapkan puteranya, Zulmi Noor Hasani, yang bakal menjadi penerus kekuasaan di Probolinggo

Panjinasional.net – Politik Dinasti Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari di Probolinggo yang sudah bertahan selama 18 tahun, sayangnya kini berujung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Puput Tantriana selaku istri Hasan dan sebagai Bupati Probolinggo ditangkap bersama suaminya dan sejumlah pihak lain pada Senin (30/8). Mereka diduga terlibat kasus dugaan jual beli jabatan. Sebelum ditangkap lembaga anti rasuah, Puput dan Hasan adalah penguasa yang dijuluki Dinasti terbuat di Probolinggo selama lebih dari satu dekade.

Platform Dinasti Kekuasaan itu dirintis pertama kali oleh sang suami, ketika menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo periode 1999-2003. Setelah itu dia terpilih Bupati Probolinggo dua periode, th 2003-2008 dan th 2008-2013.

Sedangkan Dinasti politik sendiri dimaknai sebagai sebuah jaring kuasa politik yang dijalankan atau dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga. Ini mirip dengan pola kekuasaan dalam sebuah kerajaan yang penguasanya berputar di lingkaran keluarganya.

Setelah masa jabatannya sebagai bupati berakhir, Hasan kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014- 2019 dan 2019-2024 dari fraksi NasDem, daerah pemilihan Jawa Timur II. Selanjutnya, posisi Hasan sebagai Bupati digantikan oleh istrinya sendiri, Puput Tantriana yang berhasil memenangkan Pilkada pada 2013. Tantriana menjabat pada periode 2013-2018, kemudian terpilih kembali pada periode kedua 2018 sampai sekarang.

Pada pilkada 2018, ia maju bersama wakilnya Timbul Prihanjoko. Saat maju dalam kontestasi pilkada, keduanya diusung lima partai, yaitu Partai Nasdem, PDI Perjuangan, Golkar, PPP dan Gerindra.

Bupati Puput terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2020 lalu. Situs elhkpn.kpk.go.id mencatat Puput memiliki harta sekitar Rp10 miliar. Puput juga melaporkan kepemilikan 10 bidang tanah dan bangunan yang berada di Probolinggo, Jawa Timur. Nilai total tanah dan bangunan mencapai Rp2.163.000.000. Puput juga mencantumkan kepemilikan transportasi dan mesin berupa mobil Nissan Juke senilai Rp100 juta. 

Masih dalam laporan itu, Puput turut melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp797.165.100, surat berharga Rp 4,5 miliar, serta kas dan setara kas Rp 2,4 miliar.

“Total harta kekayaan Bupati Puput Tantriana Rp10.019.266.906,” sebagaimana dikutip dari laporan tersebut.

Pada hari Senin 30/08, KPK menangkap Puput dan suaminya pagi tadi bersama sejumlah orang lain diduga ASN Camat dan Kepala Desa. Mereka juga diduga terkait kasus jual beli jabatan.

Setelah dicokok KPK, keduanya menjalani pemeriksaan selama lima jam di Mapolda Jatim, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Puput yang mengenakan sweater merah, jilbab warna krem, berkaca mata dan masker, saat berada di Mapolda Jatim. Nampak tertunduk terdiam berjalan menuju bus polisi yang hendak membawanya ke bandara untuk terbang ke Jakarta.

Disamping Puput, ada Hasan yang mengenakan jaket putih bercorak biru navy, topi hitam, kacamata dan masker. Hasan juga bungkam. Tak ada sepatah kata pun yang dilontarkan mantan Bupati Probolinggo itu.

Selanjutnya suami-istri itu tiba di Gedung KPK sore hari bersama sejumlah orang lain yang ikut terjaring OTT. selanjutnya mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana nasib Dinasti yang sudah dibangun?

Kabarnya mereka berdua Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana sedang menyiapkan puteranya, Zulmi Noor Hasani, yang bakal menjadi penerus kekuasaan di Probolinggo. Penelusuran awak media mendapati kalau Hasan sudah membangun dan mengerahkan aparat daerah untuk mendongkrak popularitas sang anak. Namun Sepak terjang suami istri itu kandas dan terhenti setelah keduanya ditangkap KPK dengan tuduhan menerima suap dari calon penjabat kepala desa pada Senin dini hari lalu.@net/gtt..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here