Mahasiswa Unipdu Inisiasi Terbentuknya Kantin Kejujuran

0
34
Maftuh Amin berpose di depan Kantin Kejujuran

Jombang. www.panjinasional.net  Usaha mandiri di tengah merebaknya wabah covid 19 yang berdampak pada pembatasan kegiatan masyarakat sangat dibutuhkan. Selain untuk menyambung kebutuhan keseharian konsumen, juga untuk ikut menghidupkan roda perekonomian mikro baik di tataran regional maupun nasional.

Terkait dengan hal tersebut diatas, Universitas Pesantren Tinggi Darul`Ulum Jombang melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM Mandiri Unipdu), memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk ikut berkiprah di pengembangan usaha mandiri tersebut. 

Peluang tersebut dimanfaatkan Maftuh Amin, mahasiswa yang Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis dan Bahasa UNIPDU didampingi Ririn Susilawati selaku dosen pembimbing lapangan.

KPM Tersebut dilaksanakan di Asrama XV Al Falah di lokasi Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang dengan program utama yakni menginisiasi terbentuknya badan usaha santri yang diberi nama “Kantin Kejujuran”, berdiri sejak 1 Agustus 2021. Sebagai media praktik kewirausahaan santri, koperasi ini dibentuk dengan tujuan sebagai praktik kewirausahaan santri, sebagai pemenuhan kebutuhan santri di masa pandemi terikat peraturan pondok tidak diperbolehkan keluar asrama pada jam-jam tertentu. 

“Badan usaha ini sebagai media praktik bagi santri yang terpilih menjadi pengelola dan juga bisa berbagi pengalamannya kepada santri lain. Dengan adanya kantin ini, para pedagang sekitar pondok bisa menitipkan dagangannya di kantin. Sinergitas inilah yang kini kami kembangkan,” jelas Maftuh Amin melalui ponselnya.

Dalam pembentukannya, lanjut Maftuh Amin,  terdapat beberapa tahapan yakni pembentukan pengelola kantin, pembuatan sistem pencatatan dan sistem kerjasama dengan pihak luar, perencanaan penjualan dan pencatatan keuangan, dan mentoring tentang manajemen pengelolaan badan usaha hingga akhirnya kantin ini terbentuk dan berkembang. Hingga sekarang sudah ada sekitar 10 pedagang yang menitipkan dagangannya di Kantin Kejujuran.

“Kami pedagang yang sehari hari mencari nafkah di pondok pesantren ini mengalami kesulitan selama masa pandemi covid 19 dikarenakan santri yang di jam malam biasanya boleh keluar asrama sekarang tidak bisa. Tetapi dengan adanya kantin ini kami merasa sangat terbantu dari segi penjualan dan dengan sistem kerjasama dan komunikasi yang terbuka melalui WhatsApp kami lebih mudah mengetahui jumlah barang kami yang terjual dan tidak dalam perhari sehingga kami bisa melakukan perencanaan produksi dengan baik,” kata Hikmah, seorang ibu pedagang di lokasi pondok.  

Selain menginisiasi adanya Kantin Kejujuran, Maftuh Amin mengaku juga melakukan gerakan membaca bagi santri untuk mengisi waktu luang dan juga gerakan penambahan imun santri dengan memberikan jamu herbal setiap harinya. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here