PIMA Jateng Santuni 350 Anak Yatim dan Piatu

0
16
Sebagian penerima santunan foto bersama Ketua PIMA JT Hj Nur Kusuma (kanan), KH Muhyidin, Hj Gatyt Sari Chadijah dan H Istajib

Semarang. www.panjinasional.net – Sebanyak 350 anak yatim dan piatu mendapat santunan dari Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMA JT) pada peringatan 1 Muharrom tahun 2021 dengan nominal masing-masing Rp 500 ribu. Tahun lalu menyantuni 195 anak dengan nominal santunan masing-masing Rp 400 ribu sehingga prosentasenya meningkat.  Penyerahan santunanannya pun berjalan tertib dan lancar dengan prokes ketat. Anak yang mendapat giliran dibatasi masuk hanya 5 sampai 6 orang tiap kelompok. Hadir dan ikut menyaksikan jalannya santunan PIMA JT bersama Baznas RI, Drs Istajib dan Hj Gatyt Sari Chadijah SH MM, pengurus MAJT.

“Alhamdulillah, pada peringatan 1 Muharram kali ini kami mendapat support Baznas RI, sehingga kami bisa menyantuni 350 anak.  Masing-masing Rp 500 ribu. Tahun lalu kami menyantuni 195 anak, masing-masing Rp 400 ribu. Harapan kami, santunan ini akan meringankan beban kebutuhan mereka,” ungkap Ketua PIMA JT, Kamis (19/8/2021) di aula Masjid Agung Jawa Tengah.

Hj Nur Kusuma berharap agar anam-anak bisa menghadapi keadaan dengan tulus dan ikhlas. Yakin lah bahwa ada Allah yang senantiasa membantu kalian melalui tangan-tangan yang peduli dan mencintai kalian. Kejarlah cita-citamu setinggi langit, buktikan bahwa kalian kelah akan sukses menggapai masa depan.

Sekretaris Badan Pengurus MAJT Jateng Drs KH Muhyidin MAg menyampaikan terima kasihnya kepada Baznas RI yang telah mensupport PIMA JT.  “1 Muharram ini memang Hari Rayanya anak-anak Yatim dan Piatu. Karena itu, kita sangat dikenal oleh bangsa lain sebagai bangsa yang gemar menyantuni anak yatim, piatu dan kaum dhuafa,” ujar KH Muhyidin.

*Wakaf Kembali Dibuka

Sementara itu, Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah kini membuka kembali program wakaf tanah untuk merealisasikan pembangunan mahad tahfidh Quran atau pesantren penghafal Alquran dan ilmu tafsir yang rencananya di atas tanah seluas 1,115 hektar, di sebelah utara pintu MAJT. Target besar dari program tersebut untuk mencetak imam-imam besar di Jawa Tengah dan nusantara.

Program wakaf tanah ini, kata Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA, sudah dimulai sejak Oktober 2019 dan saat itu sudah banyak masyarakat mengikuti program tersebut. Dari seluas 1,115 hektar tanah yang dibebaskan PP MAJT seharga Rp 12,265 miliar, dilunasi dari dana titipan wakaf umat Rp 2,257 miliar dan sisanya menggunakan dana talangan khusus. Harga wakaf tanah yang dilelang untuk umum sebesar Rp 1.100.000 per meter persegi.

“Kami bermaksud membuka kembali program yang sempat berhenti karena pandemi Covid-19, untuk mengembalikan dana talangan khusus sebesar Rp 9 miliar lebih, sekaligus agar pembangunan mahad tahfidh Quran segera direalisasi,” tegasnya didampingi Sekretaris Drs KH Muhyidin MAg.

Untuk memaksimalkan dibukanya kembali wakaf tanah, PP MAJT mengeluarkan surat bernomor 120/PP-MAJT/VIII/2021  tertanggal 16 Agustus 2021 ditandatangani Ketua Prof Noor Achmad dan Sekretaris Kiai Muhyidin MAg. “Kita utamanya menyasar ke para dermawan termasuk Gubernur Jawa Tengah untuk berwakaf,” jelas Kiai Muhyiddin.

Kapasitas mahad tahfidh, kata Prof Noor, hanya akan menerima calon santri per tahun sebanyak 70 orang dengan rincian, alokasi untuk Jateng 35 orang dan sisanya mengakomodasi provinsi-provinsi se Indonesia. Desakan ummat  ke PP MAJT agar mahad segera teralisasi sangat kuat. Diharapkan pada 2022 mahad terwujud. Rintisan mahad akhirnya berkembang, tak sekadar untuk program S1, namun diproyeksikan juga S2 dan S3 dengan nama, Mahad Aly. Bekerja sama dengan ulama-ulama dunia terkemuka. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here