PETROKIMIA GRESIK JALIN KEMITRAAN USAHA PERTANIAN TERPADU SEBAGAI BENTUK PROGRAM AGRO SOLUTION

0
36
Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo meninjau gudang pupuk Petrokimia Gresik di Kab. Nganjuk
Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo meninjau gudang pupuk Petrokimia Gresik di Kab. Nganjuk

GRESIK, www.panjinasional.net – Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agro industri anggota holding Pupuk Indonesia  yang mengusung konsep kemitraan usaha pertanian terpadu dari hulu hingga hilir sebagai bentuk program Argo Solution. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas usaha tani dan kesejahteraan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Nganjuk, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan  PT Petrosida melalui jaringan kios sarana pertanian PETROMART sebagai pemberi pinjaman modal untuk pembelian pupuk non subsidi serta pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah, serta bekerja sama dengan offtaker sekitar sebagai pembeli hasil panen petani.

Sedangkan, Petrokimia Gresik sendiri berperan sebagai koordinator, serta menyediakan Layanan Mobil Uji Tanah untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

“Melalui program ini, kami menciptakan suatu ekosistem yang dapat membantu petani dari hulu hingga hilir, sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian tidak terhambat. Selain itu kami juga menggandeng pihak asuransi untuk memberikan jaminan serta perbangkan untuk memberikan pendanaan kepada petani atas usaha tani yang dilakukan,” jelas Dwi Satriyo.

Selain di Kabupaten Nganjuk, Petrokimia Gresik juga telah menjalankan program Agro Solution di berbagai daerah, khususnya di Jatim, dengan sasaran komoditas yang beragam seperti padi, tebu, jeruk, dan kentang.

Pada kesempatan ini, Dwi Satriyo juga memperkenalkan beberapa produk pupuk non subsidi yang baru diluncurkan Petrokimia Gresik yaitu pupuk NPS 20-20-13S Petroniphos untuk komoditi hortikultura, pupuk SP-26 dan pupuk NPK Phonska Alam yang diharapkan bisa menjadi alternatif bagi petani untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman agar tidak tergantung kepada pupuk subsidi dari pemerintah.

“Kami berharap ke depan Program Agro Solution dapat terus diaplikasikan bahkan dikembangkan di lebih banyak daerah dan berbagai pilihan produk pupuk non subsidi yang tersedia bisa menjadi solusi pertanian di Indonesia,” pungkas Dwi Satriyo.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here