Sueb Abdulah : Saya ingin meminta solusi kepada kantor pertanahan Gresik

0
37

Panjinasional Gresik – Seperti diberitakan Sebelumnya bahwa salah satu objek tanah di desa Manyarrejo kecamatan Manyar Kabupaten Gresik yang saat ini masih proses pengurusan pengakuan hak pertama kali di kantor pertanahan tersebut Gresik,dengan pemohon Sueb Abdulah selaku pembeli dari Zainul Arifin,namun belum juga selesai karena pihak kepala desa setempat tidak bersedia menandatangani berita acara tim panitia A .

“Jadi pada awalnya Zainul mengurus tanah tersebut tidak bisa diterima oleh BPN Gresik,karena atas nama Zainul, sedangkan Zainul itu selaku ahli waris dari pemilik,cucu dari pemilik,dan tidak memiliki surat bukti kepemilikan tanah itu” ucap Sueb Abdulah mengawali wawancara.

” Surat tanah itu atas nama Nasikah dan Zainul itu sebagai cucunya, proses itu lama, dari awal saya dikenalkan dengan pak Maryono (alm), akhirnya karena Nasikah mau menunjukan subjek dan objeknya yang jelas,ketemulah surat bukti kepemilikan nasikah itu ditangan Maryono yang pengakuan mereka dijaminkan oleh nasikah kepada Maryono untuk sejumlah uang, lalu saya tebus dan saya jalankan prosesnya” jelasnya lagi.

” Dalam proses ini juga surat keterangan riwayat tanah yang dibuat oleh lurah yang menjabat (Suryanto) saat itu dianggap palsu, dilaporkan, sehingga menjalani proses peradilan dulu di pengadilan negeri Gresik, sampai dia menjadi terpidana selama 6 bulan, namun akhirnya proses peradilan dimenangkan oleh Suryanto dan terbukti tidak bersalah, akhirnya dinyatakan bebas tanpa syarat dari mulai proses PN (pengadilan negeri) hingga final Mahkamah Agung inkrah ” tambah pengusaha yang memiliki sebuah caffe di daerah KIG (Kawasan Industri Gresik) ini panjang lebar.

Objek tanah yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE),Desa Manyarrejo Kecamatan Manyar tersebut memang sudah diterbitkan peta bidang oleh kantor pertanahan kabupaten Gresik sekitar tahun 2016 dengan data yang diserahkan pemohon kepada kantor pertanahan kabupaten Gresik..pada saat pengukuran pun menurut pengakuan petugas ukur memang tidak ada kendala, semua berjalan sebagaimana mestinya, dihadirkan pihak-pihak yang berkepentingan, waktu itu masih atas nama petani Zainul Arifin dan hadir juga Sueb Abdulah sebagai calon pembeli.

Namun setelah proses peta bidang selesai maka proses selanjutnya adalah pengakuan hak ( Konversi ) untuk dilanjutkan terbitnya sertifikat.

Menurut pengakuan Sueb Abdulah selaku pembeli, bahwa sudah ada PIJB ( Perjanjian Ikatan Jual Beli ) sekaligus surat Kuasa menjual dari pihak ahli waris Nasikah,dan dilanjutkan ke AJB ( Akta Jual Beli ) antara mereka,dan itu dibenarkan oleh pihak kantor pertanahan kabupaten Gresik sesuai berkas permohonan yang di serahkan oleh Sueb Abdulah, termasuk bukti pembayaran pajak penjual dan pembeli,yang semuanya ditanggung oleh Sueb Abdulah.

” Sekitar habis 1 Milyar lebih lah ,pajak smua tanggungan saya,ya sudah gak apa-apa karena saya sudah kepalang basah,jadi saya ngurus tanahnya Zainul Sampek Sekarang ini modalnya gak main- main,banyak..kalau terkait pemberitaan kemarin saya beli itu belum lunas,disini saya katakan ya saya beli tanah ini bermasalah,harus saya selesaikan dulu dengan biaya yang tidak sedikit, kalau sudah selesai gak mungkinlah saya tidak mau membayar sisa nya,ada saksi saat Zainul tanda tangan malah saksinya kan mediator dia juga,dan saya juga mengeluarkan duit untuk membayar saksi-saksi itu,dan jelas Zainul meng-iyakan dengan perjanjian lisan tersebut,ibarat dia tidur dapat duit Nemu harta Karun ibaratnya” jelas Sueb panjang lebar ketika ditanya perihal keuangan dalam menyelesaikan masalah ini.

Dan karena pengusaha yang biasa dipanggil Abah ini pun merasa dipermainkan oleh Zainul yang belakangan ini menggunakan kuasa hukum bernama Toto, yang tiba-tiba datang muncul beberapa kali ke kantor pertanahan memberi cerita yang diduga kurang benar baik terhadap kantor pertanahan kabupaten Gresik maupun kepada para awak media, sehingga membuat Sueb akan melapor tindakan Zainul beserta Toto

yang tiba-tiba muncul beberapa kali ke kantor pertanahan memberi cerita yang diduga kurang benar baik terhadap kantor pertanahan kabupaten Gresik maupun kepada para awak media, sehingga membuat Sueb akan melapor tindakan Zainul beserta Toto ini kepada Pihak kepolisian ( Polres Gresik ).

Kembali membicarakan tentang tanahnya Sueb ingin pihak BPN yang berwenang disini mencari solusi agar bisa memecahkan masalah ini.

” Karena secara administratif saya sudah melengkapi semua,kalau hanya lurah yang tidak mau tanda tangan ya itu harus dipanggil secara resmi oleh BPN, sedangkan saya juga memiliki putusan pengadilan asli yang sudah saya serahkan kepada BPN,kan bisa dibaca dan diambil keputusan oleh BPN,saya juga kecewa karena pak kepala kantor pertanahan kabupaten Gresik tidak mau menemui saya ” tutup Sueb.

Sementara saat di konfirmasi melalui WhatsApp kepala kantor pertanahan kabupaten Gresik Dr.Asep Heri membenarkan bahwa dirinya belum sempat menemui Sueb Abdulah, karena Beberapa kali Sueb Abdulah datang Kepala kantor sibuk Zoom Meeting, dan kunjungan ke desa-desa terkait program pemerintah PTSL, namun begitu bukan berarti tidak ada yang nemuin tetap ditemuin oleh para kasi terkait.

Sementara pihak Zainul Arifin sampai berita ini ditayangin belum berhasil dikonfirmasi..@Ernie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here