Divonis 2 Bulan Percobaan 6 Bulan, Menyatakan Pikir-Pikir. Asteria Ismi Sawitri Ngelak Bersalah

0
39
Persidangan terhadap terdakwa Asteria Ismi Sawitri karyawan BCA Kantor Cabang Galaxy Surabaya, di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/8/2021).

Surabaya, Panjinasional.net – Pembacaan putusan sidang atas sangkaan penganiayaan yang dilakukan Asteria Ismi Sawitri (terdakwa) karyawan BCA Kantor Cabang Galaxy Surabaya, di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/8/2021). Adapun, putusan yang dibacakan Majelis Hakim, yakni, terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan penganiayaan dan menjatuhkan pidana selama 2 bulan dengan masa percobaan 6 bulan.

Sebelum pembacaan putusan Majelis Hakim, bacakan pertimbangan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dan untuk membuktikan dakwaannya JPU menghadirkan saksi Weny, Rila , Sugito, Zakaria Fananov, Rizky Irwan Maulana, dan Rifka Rahmadani.

Dalam Pertimbangan lain, Penasehat Hukum terdakwa mengajukan saksi yang meringankan yakni, Candra Fananov.

Sedangkan JPU pada pokoknya keluarkan hasil pemeriksaan atau surat Visum yang ditandatangani dokter telah diterangkan, ada

luka lecet punggung, luka memar pada tangan kiri dan kanan karena bersentuhan dengan benda tumpul.

Atas pertimbangan diatas dan sesuai keterangan terdakwa Majelis Hakim menyatakan, bahwa

perbuatan terdakwa memenuhi unsur penganiayaan sebagaimana dalam Pasal 351. Maka terdakwa dinyatakan, terbukti bersalah melakukan penganiayaan.

Majelis Hakim tidak menemukan hal yang menghapus sebagai pembenar maka terdakwa dijatuhi hukuman yang setimpal.

Lebih lanjut, perbuatan terdakwa yang meringankan yakni, bersikap sopan, mengakui perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum serta hasil persidangan korban dan terdakwa tekah saling memaafkan.

Hal lainnya, terdakwa memiliki 2 anak yang masih kecil untuk di asuh oleh terdakwa dan terdakwa adalah tulang punggung keluarga setelah suami demorsi dari pekerjaannya.

Setelah Majelis Hakim membacakan putusan, terdakwa memberikan tanggapan bahwa, dirinya tidak melakukan perbuatan seperti yang di laporkan korban serta terdakwa akan pertimbangkan putusan Majelis Hakim.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa saat ditemui beberapa awak media menyampaikan, “Wawancaranya melalui layanan pesan WhatsApp aza”, pungkasnya.

Sementara, Weny (korban) saat ditemui beberapa awak media mengatakan kurang puas atas putusan terhadapterdakwa.

” Sesungguhnya saya kurang puas,  karena tidak setimpal yang terdakwa lakukan terhadapnya. Harusnya dihukum lebih dari itu, tidak hanya dihukum percobaan saja “, ucapnya.

Masalahnya, kehidupan saya sudah hancur dengan dipermalukan oleh terdakwa kemanan-mana.

” Terdakwa tidak hanya menganiaya secara brutal dimuka umum, tapi juga menyebarkan di tempat kerja, dan lingkungan keluarga para tetangganya, hingga ia dikeluarkan dari pekerjaannya, sedangkan suami terdakwa hanya di demosi saja dari pekerjaannya di BNI Kantor Cabang Jalan Gubernur Suryo Surabaya”, bebernya.

Menurut korban, Terdakwa baru sekali meminta maaf terhadapnya di hadapan Majelis Hakim secara lisan. Sebelumnya, terdakwa tidak pernah meminta maaf terhadapnya.

Jadi sesungguhnya saya tidak bisa menerima karena sudah hancur. Ibaratnya, andai bisa banding ia akan lakukan banding.@gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here