Hamil 5 Bulan, Perempuan Upnormal ini Diduga Dihamili Dua Pelajar SMK di Gresik.

0
228

GRESIK, www.panjinasional.net – Kelakuan bejat dan tidak terpuji dilakukan oleh dua pelajar SMK di Gresik terhadap seorang perempuan sangatlah disayangkan. Entah setan mana yang mempengaruhi pikiran dua pelajar tersebut sehingga mengakibatkan perempuan yang tinggal di satu desanya hamil lima bulan.

Korban sebut saja bernama Bunga, warga desa Masangan Barat diketahui tengah diketahui hamil 5 bulan setelah diperiksakan ke bidan desa setempat. Warga yang merasa curiga dengan perut Bunga yang semakin lama semakin membesar.

Untuk memastikan maka Bunga diperiksakan ke bidan desa yang tidak jauh dari rumah korban. Dan hasilnya dipastikan bahwa Bunga tengah mengandung janin di perutnya dengan usia kandungan sudah jalan 5 bulan.

Warga melalui ketua RT setempat melaporkan kondisi yang dialami oleh Bunga kepada kepala desa Masangan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Masangan, Suyanto membenarkan kabar tersebut. Korban dan dua pelajar yang diduga sebagai pelaku merupakan warganya sendiri.

Menurut Suyanto, kedua pelaku masih berstatus pelajar. Satu pelajar berinisial Ar merupakan siswa SMK Muhammadiyah Bungah yang baru lulus tahun ini dan satu lagi berinisial Eg siswa SMK Assa’adah Bungah yang baru naik ke kelas XII.

Sementara korban Bunga, usianya sudah dewasa. Terpaut beberapa tahun dengan kedua terduga pelaku dan menurut beberapa warga kondisi Bunga diketahui sebagai perempuan upnormal.

Kepolosan korban saat ditanya perihal siapa yang tengah membuatnya berbadan dua dijawab dengan apa adanya dan menyebutkan dua pelajar SMK yang masih satu desa. Yang berinisial Ar dan Eg, yang diduga telah dilakukan berkali-kali sejak 5 bulan terakhir sesuai usia janin di dalam perutnya.

Suyanto lantas memanggil, pihak-pihak terkait dikumpulkan untuk mencari solusi. Proses mediasi sudah dilakukan tiga kali. Namun, tak kunjung ada titik temu. Pihak keluarga korban menginginkan agar salah satu pelaku bertanggung jawab dengan menikahi Bunga.

Dari beberapa mediasi dan Tidak menemukan solusi, Suyanto berkoordinasi dengan P2TPA2 Kabupaten Gresik. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami tidak ada kepentingan apapun, hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan itu, harus jelas bapak nya” ungkapnya.

Jika melihat usia kandungan, perbuatan tersebut dilakukan sekitar Februari – Maret 2021 lalu. Dimana kedua pelaku masih berstatus sebagai pelajar SMK. Namun, pihaknya hanya fokus mencari jalan terbaik untuk masing-masing pihak.

“Sejauh ini belum ada perkembangan lagi, masih sama seperti kemarin. Baru tiga kali pertemuan belum ada titik temu,” pungkasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kepala Sekolah SMK Assa’adah Bungah, Imam Wahyudi, tidak berkenan memberikan komentar apa-apa terkait kasus yang menyeret seorang siswanya.

“Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ucap Imam Wahyudi, dikonfirmasi, Sabtu (14/8/2021).

Disisi lain, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bungah Romy menyebut, siswa yang diduga sebagai pelaku sudah lulus pada Juni lalu.Oleh karena itu, pihaknya tidak ada tindakan apapun yang perlu dilakukan.

“Kalau statusnya masih siswa kami, dan terjerat kasus otomatis langsung dikeluarkan dari sekolah,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, korban Bunga menuntut pelaku yang berinisial Eg untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Menuntut keluarga pelaku Eg untuk dinikahkan dengan dirinya. Namun keluarga Eg menolaknya.

Salah satu Awak media berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada Orang tua pelaku Eg mengenai hal tersebut. Namun saat di telepon tidak di jawab pun demikian saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp terlihat hanya dibaca tanpa dibalas.

Saat di telusuri orang tua Eg, (ibunya) saat ini tercatat bekerja PNS Depag yang ditugaskan sebagai pengawas di kecamatan Dukun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here