LSP PERS Menjawab Keresahan Wartawan Ber-Sertifikasi Profesi

0
109

Penulis: Gatot Irawan. Pemred Panjinasional dan Ketua DPW AWDI Jawa Timur.

Panjinasional.net – Selama ini banyak terdengar keluhan dan keresahan para Pewarta alias Wartawan termasuk para Pimpinan Media di tanah air,  tak lain serbuan aturan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diterapkan, bahkan syarat mutlak bagi para Jurnalis bila melakukan liputan di berbagai departemen birokrasi pemerintah, termasuk wilayah Kejaksaan, Kepolisian hingga merambah perusahaan-perusahaan swasta, bahwa Wartawan tidak bisa melakukan liputan kalau belum menunjukkan Sertifikat UKW.

Keresahan juga di alami para Pimpinan Perusahaan Media tentang Media yang harus terverifikasi oleh Lembaga Dewan Pers. Sehingga bermunculan berbagai Komunitas, Perkumpulan dan Asosiasi Wartawan yang berperan seperti dewa pengayom di lingkungan insan Media dan Wartawan se akan-akan dapat memberikan kekuatan menghadapi segala aturan baik tentang UKW maupun aturan verifikasi Media.

Namun semua komunitas yang terbentuk dengan melontarkan banyak program baik bentuk Diklat dan Diskusi yang akhirnya mengesankan bermacam cerita dan janji manis tatkala banyak permasalahan terjadi di lingkungan pekerja pers. 

Ajakan dan seruan melawan aturan Dewan Pers berkumandang hingga langkah gugatan untuk menentang aturan UKW dengan bersenjatakan dan kebesaran masa demi Undang-Undang Pers yang seakan menjadi alat kebenaran berbagai pihak, ternyata tumbang di tengah jalan.

Aturan UKW tetap berlaku dan bertengger semacam senjata ampuh berbagai instansi untuk menolak kedatangan wartawan, bahkan senjata dikala ada wartawan yang menulis berita kritis untuk dilaporkan dan berujung ke finis putusan, bahwa berita tersebut bukan karya jurnalistik.

JUMLAH WARTAWAN TAK TERBENDUNG

Kalau penulis melihat kenyataan saat ini betapa semakin banyak wartawan dan media bermunculan tak dan tak bisa terbendung karena belum ada pengaturan ketat untuk diterapkan, agar jumlah wartawan tidak semakin banyak jumlahnya. Sedangkan tugas dan program komunitas pers yang semestinya melakukan pembinaan dan mengarahkan wartawan tentang pembelajaran dasar, baik teknik penulisan berita dan Etika Jurnalistik hingga sebuah tanggung jawab yang paling utama, bagaimana wartawan paham sebagai profesi wartawan?. Itu tugas siapa?.

BNSP ATAS NAMA NEGARA HADIR LAKUKAN SERTIVIKASI

Ditengah merebaknya jumlah wartawan di berbagai wilayah yang belum siap menghadapi aturan-aturan, tugas dan tanggungjawab profesinya juga harus menyandang Sertifikasi sebagai Jurnalistik. Artinya harus ber UKW, sebagaimana jenjang menuju UKW versi Dewan Pers harus bertahap yaitu Wartawan Muda, Media hingga Utama.

Selain menyiapkan konsep menuju uji kompetensi dan siap biayanya sekitar 2 – 2.5 jutaan (versi lembaga pengurusan ukw), belum termasuk tranportasi dan lain-lain. Hal ini tidak berniat men-judge Lembaga pers terkait. Artinya biaya itu sangat memberatkan wartawan.

Akhir-akhir ini hadir Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Jakarta yang membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia dan melakukan pelatihan Asesor guna berlanjut dengan program Sertifikasi Kompetensi Wartawan.

Hadirnya LSP PERS bentukan BNSP awalnya banyak pihak terkait antara suka dan tidak suka. Fungsi dan tujuannya untuk membantu Kesulitan Wartawan dalam melaksanakan Sertifikasi Profesinya dengan pengaturan yang tidak memberatkan, bahkan pihak LSP siap memberikan pemahaman untuk peserta termasuk persiapannya menghadapi Sertifikasi versi BNSP.

BNSP melalui LSP Pers sudah melakukan sosialisasi melalui medsos dan Group WA dengan Form dan selebaran tatacara mengikuti Sertifikasi Kompetensi Wartawan dengan ketentuan biaya 750 ribu.

Menurut keterangan salah satu Asesor LSP bahwa pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Wartawan versi BNSP tidak harus di Jakarta, tapi bisa dilaksanakan di wilayah mana saja dengan ketentuan sesuai dan layak sebagai tempat uji kompetensi (TUK).

Artinya BNSP tidak mempersulit peserta, bahkan melalui LSP akan memberikan pemahaman bahwa pentingnya seorang wartawan ber-sertifikasi sebagaimana Profesi yang disandangnya guna menghadapi era globalisasi dan informasi secara profesional..*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here