Warga Kota Batu Kesulitan Ekonomi Hingga Hutang Tetangga untuk Beli Obat Istrinya

0
43

Panjinasional, Kota Batu: Dampak diberlakukannya PPKM oleh pemerintah pusat, rupanya kerap kali di rasakan dan dianggap sebagai penyebab berkurangnya penghasilan bagi masyarakat menengah kebawah, seperti halnya yang di rasakan oleh beberapa tukang ojek online (ojol) yang ada di Kota Batu.

Namun, mau tidak mau semua masyarakat harus mematuhi aturan dari pemerintah tersebut. Sebab, hal itu dilakukan demi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.

Seperti yang di keluhkan oleh Agus Setyo Budi yang tinggal di jalan Kelud nomer 1 Gang Punden, Kaliputih RT.1, RW.11 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu, yang hanya menggantungkan penghasilan sebagai ojek online. Selasa (3/8/2021).

Agus Setyo Budi mengaku bahwa sejak diberlakukannya PPKM, penghasilannya yang hanya menggantungkan sebagai ojek online menurun drastis.

” Terus terang sejak di berlakukannya PPKM penghasilan saya yang hanya menggantungkan dari ojek online memang menurun, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup, apalagi saat ini, istri saya tengah sakit anemia atau hipotensi dan tak kunjung sembuh malah semakin parah.

Awalnya istri saya berobat ke dokter yang berada didaerah Sidomulyo, namun setelah mengkonsumsi hingga habis.

obat yang di berikan oleh dokter tersebut, istri saya tidak sembuh malah muncul bercak-bercak berwarna merah hampir di sekujur tubuhnya.

Saat ini saya memang sangat kesulitan ekonomi bahkan untuk membeli obat lagipun saya mau tak mau terpaksa harus meminjam uang kepada tetangga dan saudara “. keluhnya.

Saat dikonfirmasi beberapa media online terkait istrinya sudah dibawa kerumah sakit atau ke dokter untuk berobat lagi, Agus menguraikan, bahwa kemarin pada Senin 2 Agustus 2021 dengan dibantu mobil ambulance gratis dari Al Irsyad, dirinya sempat mengantarkan istrinya ke beberapa rumah sakit yang ada di Kota Batu. 

” Kemarin dengan dibantu ambulance saya sudah mencoba membawa istri saya ke beberapa rumah sakit namun di tolak karena sudah penuh.

Akhirnya ada satu rumah sakit yang berkenan menerima namun terpaksa tidak jadi berobat di rumah sakit tersebut karena kami merasa tidak mampu membayar ongkos biaya rawat inapnya.

Setelah istri saya disuntik dan diberi obat ya terpaksa istri, saya bawa pulang kerumah lagi “. jelasnya.

Di singgung terkait bantuan dari pemerintah kota Batu selama masa pandemi covid-19, Agus mengaku memamg mendapatan bantuan dari pemerintah, namun itupun tidak seberapa. 

” Untuk itu, saya berharap agar ada bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait untuk pengobatan istri saya, agar dapat membantu meringankan beban kami sekeluarga “. harapnya. ( Er ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here