Seorang Nasabah Dituduh Korupsi, Diduga Menjadi Korban Pegawai Bank Kediri

0
69
Kiri: Nata Saeha Saputra,SH Advokat

Surabaya. www.panjinasional.net – Seorang Nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bernama Ida Riyani warga Kediri yang diduga menjadi korban korupsi dari pegawai Bank BPR kota kediri, hingga terindikasi dugaan sengaja mengorbankan nasabah demi keselamatan masing masing yang terlibat dalam kasus korupsi uang negara di kediri kota.

Menurut pengakuan Wanto suami ida yang menjadi saksi persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya Senin 02/08/2021, didampingi pengacara Nata Saeha Saputra,SH saat diwawancarai wartawan www.panjinasional.net usai menjalani kesaksiannya di persidangan.

Berawal dari marketing BPR kota Kediri bernama Indra yang ber kali-kali menghubungi Ida Riyani binti Suwarno warga kediri, menurut Wanto, Indra memaksa untuk meminjam dana ke Bank BPR Kediri.

Masih menurut Wanto, bahwa istrinya Ida Riyani,  awalnya tidak mau penjam uang karena masih punya tanggungan di salah satu Bank, lalu Indra Sebagai Marketing tersebut beberapa kali mendatangi Ida, dan memberikan solusi untuk tex over, dan ahirnya Ida terpengaruh dengan surat sertifikat rumah sebagai jaminan di salah satu bank, berpindah ke bank BPR tersebut dengan mengambil dana pinjaman sebesar Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

Pada saat persidangan berlangsung di pengadilan Tipikor Juanda Surabaya awak panjinasional memantau dan bertemu dengan Wanto, suami Ida Riyani, dia mengatakan “Kami sebagai nasabah yang jadi korban korupsi mas, padahal kita pinjam uang ada jaminannya (SHM) kok dituduh korupsi. Sekarang istri saya masih di Polres Kediri” ujarnya.

Lanjut suami Ida, Saya berharap kepada pihak kejaksaan jangan korbankan istri saya, pinjaman dana tersebut ada jaminannya, kalau mau di lelang silahkan di lelang jangan tahan istri saya..ucapnya dengan nada sedih dengan kondisi yang ada.

Menurut Advokat dari Terdakwa Ida Riyani, Nata Saeha Saputra S.H. saat ditanya awak media ini menjelaskan, dengan tegas   “Pertanyaan besar klien saya ini  cuma mengajukan pinjaman berdasar syarat-syarat yang dengan jaminan SHM.” ujar Saeha.

Pertanyaannya. “Siapa yang mencairkan dana tersebut, dan siapa yang korupsi, sedangkan klien kami Nasabah yang telah memberikan jaminan Sertifikat rumah, kalau memang tidak bisa membayar ya pakai aturan lelanglah rumah tersebut ambil berapa nilai yang dirugikan / yang harus dibayar” kata Saeha advokat yang selalu dekat dengan komunitas wartawan.

Lanjut Nata Saeha. “Setiap bank mempunyai aturan dan peraturan untuk dicairkan dana tersebut, tapi  kenapa Nasabah yang dianggap korupsi, kok bukan pegawai bank nya” ungkap advokat dengan nada lantang di depan wartawan panjinasional.

Berhubung usai sidang tidak bisa menemui pihak bank dan JPU, maka setelah penayangan berita ini di unggah, tim panjinasional akan melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak terkait, dan mencari sumber informasi untuk mengungkap fakta kebenaran antara pihak terkait termasuk Nasabah yang sudah di penjara dengan istilah dititipkan di Polres Kediri,.@Rahman-Hasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here