Pelaporan Dugaan Ancaman Kepada Jurnalis Kota Batu, Berakhir Damai

0
12

Panjinasional, kota Batu : Berdasarkan hasil mediasi yang sudah dilaksanakan di kantor desa Pesanggrahan kota Batu pada hari senin 26 Juli 2021 yang lalu antara pelapor dan terlapor dugaan pengancaman pembunuhan, akhirnya melalui kesepakatan bersama di ambil kesepakatan damai.

Kesepakatan damai ini, ditindak lanjuti dengan penyerahan surat pernyataan damai dan pencabutan pelaporan oleh pihak pelapor di dampingin LBH Malang selaku kuasa hukum kepada Satreskrim Polres Batu jalan AP III Kadjoeng Permadi kecamatan Junrejo kota Batu. Jum at ( 30/7/2021 ) siang.

Pencabutan pelaporan ini, di benarkan oleh Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus SH SIK MH usai menerima surat kesepakatan damai dan pencabutan pelaporan di Satreskrim Polres Batu.

” Benar, kita baru menerima surat penyataan damai dan permohonan pencabutan laporan dari pelapor

Dengan demikian kita memiliki kewenangan melakukan diskresi (kewenangan khusus atau kewenangan positif dalam ruang lingkup tertentu) dimana ini lebih mengutamakan kepentingan kedua belah pihak yang sudah berdamai.

Selanjutnya akan dilaksanakan gelar perkara dan mengarahkan untuk menghentikan proses penyelidikan.

Jeifson Sitorus menambahkan, “Apabila kedua belah pihak sudah berdamai dan sudah merasa adil dengan adanya surat perdamaian ini, di mungkinkan kita akan menghentikan proses penyelidikan yang sedang kita lakukan.

Hal ini berdasarkan ketentuan dari restorative justice (lebih mengedepankan keadilan bagi pelapor dan terlapor) artinya berdasarkan atau dengan adanya pencabutan laporan ini,”. jelasnya.

Namun masih ada proses yang harus dilalui yaitu fihaknya akan gelar perkara ini sesuai berdasarkan pertimbangan yang ada dalam surat pernyataan itu.

” Kalau saya lihat dalam surat itu sudah ada kesepakatan damai dari kedua belah fihak. Namun tetap akan kita lakukan gelar perkara terkait penangan kasus ini. Kita akan memastikan dengan meminta keterangan kembali terkait surat penyataan damai yang sudah di tanda tangani kedua belah fihak ini.”

Apa benar meteri sesuai dengan yang sudah di tanda tangani, takutnya jangan-jangan nanti dari pelapor maupun terlapor pada saat membuat penyataan damai ada faktor x nya. Untuk itu, kita harus memastikan surat penyataan damai ini murni adalah kesepakatan damai antara pelapor dan terlapor “. imbuhnya.

Ketua LBH Malang Andi Rachmanto SH selaku kuasa hukum pelapor menjelaskan bahwa dengan surat kesepakatan damai dan pencabutan pelaporan ini, maka akan di keluarkan Surat Pemberitahuan Hasil Perkembangan Penyelidikan (SP2HP) yang mana perkara ini akan dihentikan. Karena sudah terjadi perdamaian dari kedua belah pihak pelapor maupun terlapor.

” Pak Kasat mengapresiasi terhadap langkah yang sudah ditempuh oleh rekan-rekan media maupun pelapor,  Banyak mengandung kearifan lokal antara petinggi dengan warganya. 

Upaya restorative justice ini memang yang harus ditempuh, Pak Kasat juga menyarankan kalau bisa damailah dan jangan terlalu diperpanjang “. ucapnya.

Selanjutnya tembusan ditujukan ke Kejari Batu, karena masing-masing pihak sudah mendapatkan keadilan pihak yang satu sudah meminta maaf dan yang satu lagi sudah memaafkan.

” Kami berharap andai kata ada perkara-perkara seperti ini lagi ya kita tempuh restorative justice, hal ini sesuai dengan amanat dari Kapolri SE No 8 Tahun 2018 dan kalau dari Kejari berdasarkan SE dari Kajari No.15 Tahun 2021. Untuk selanjutnya tinggal menunggu SP2HP akan diterbitkan oleh pihak kepolisian”. jelasnya.( Er )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here