WARTAWAN, MEDIA dan MBAH GOOGLE

0
65
Opinian

Ikuti opinian selanjutnya:

*Wartawan Perlu Mengenal Istilah “Jurnal Piramida Pers”

*Dunia Jurnalistik berhadapan dengan “Degradasi Moral Pers”

Panjinasional Opinian – Pada saat dunia internet belum dikenal secara luas, masyarakat memahami pemberitaan umumnya hanya mengenal Media Koran, Radio dan Televisi, bahkan jarang diketahui bahwa sumber perolehan informasi atau berita tersebut didapat dari hasil kerja seorang Jurnalis yang dikenal dengan nama Wartawan alias Pewarta.

Waktu dan Jaman berkembang dengan pesatnya, dunia era komunikasi globalisasi beranjak cepat termasuk perambahan pada era informasi yang kini ditunjang dengan derasnya dukungan perkembangan era Internet, sehingga informasi mudah didapat melalui internet hingga masyarakat sudah mengenal beberapa aplikasi media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtobe dll. Termasuk dikenalnya istilah Aplikasi Google sebagai tempat klik pencarian dengan nama Mbah Google.

Maka Perusahaan Media sontak terbangun dari tidurnya, dan mulai beranjak dan melaju dari ketertinggalan informasi hingga lahirlah Media Online atau istilahnya Website Media.

Sedangkan nama wartawan yang sebenarnya sudah dikenal masyarakat luas sejak masa Perjuangan hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, sebab Wartawan adalah Profesi yang sangat penting dan berperan sebagai penunjang informasi Vital dalam perkembangan sebuah bangsa, dan Wartawan alias Jurnalistik Pers mendapatkan julukan sebagai Pilar ke Empat di Negara Indonesia ini.

Nama Wartawan semakin akrab ditelinga masyarakat, tapi pada akhir-akhir ini belum tentu mengenal Medianya. padahal profesi wartawan itu tercetus karena terbitnya Perusahaan Media yang dulu hanya Koran. Radio dan atau Televisi, namun sekarang ada Media Online hingga Media Streaming.

Perusahaan Media dikelola oleh Redaksi, Redaktur dan dipimpin seorang Pemimpin Redaksi atau dikenal dengan istilah Pemred. Jadi Tim Redaksi sebuah perusahaan Media lah yang merekrut dan memberikan mandat terhadap Jurnalistik atau Wartawan yang menyandang UU nomor 40 tahun1999 tentang Pers guna bertugas mencari dan mendapatkan sumber informasi yang dituangkan menjadi berita untuk di publikasikan kepada masyarakat.

Ke unggulan Profesi Wartawan tetap sebagai Wartawan, meskipun dia berada di Media apapun, realitanya hari ini dia di Media A, dan besuk di Media B, dia tetap Wartawan.. Keunggulan itu dimiliki secara wajar asal profesi jurnalisnya dijalankan dengan baik dan pandai menggalang link-linknya sebagai mitra jaringannya, diantaranya Pejabat dan Pengusaha yang menjadi sumber pemberitaan.

Sehingga sesaat dia keluar dan bergabung ke Media lain, maka link mitra jaringannya tetap menjadi miliknya. Apalagi pejabat yang dikenalnya merasa ada keterkaitannya dengan sebuah masalah terkait “Penyelewengan Jabatan” atau lain-lain yang hanya diketahui antara wartawan dan pejabat tersebut,hanya mbah Google yang tahu,??@penulis gatot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here