Dana Hibah Miliaran Rupiah Ke Yayasan Ponpes Miftahul Ulum Lenteng Timur Dipertanyakan?

0
90
Ilustrasi Dana Hibah

Sumenep, Panjinasional.net – Bantuan dana hibah Pemprov Jawa Timur/Gubernur Jawa Timur tahun anggaran 2020 yang di kucurkan kepada Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, Madura, mulai dipertanyakan?.

Pasalnya, dana hibah miliaran rupiah yang diduga dikucurkan untuk peruntukan pengadaan alat es dan pembangunan sarana prasarana produksi yang dikerjakan secara swakelola oleh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, mulai ditenggarai masih belum jelas keberadaan fisiknya.

Menurut Ketua Lembaga Bantuan Hukum Forum Rakyat Pembela Keadilan dan Orang-Orang Tertindas (LBH FORpKOT) Sumenep, Herman Wahyudi, S.H., kepada media ini mengatakan, berdasarkan data penerima bantuan dana hibah Gubernur Jatim tahun 2020 kemarin, yang dikucurkan ke Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum sebesar 1,5 miliard rupiah.

” Dana tersebut diperuntukkan untuk Pembangunan Pabrik Es, namun hasil investigasi team kami dilapangan, fisik dari kegiatan tersebut tidak ditemukan di wilayah Kecamatan Lenteng. Sehingga patut diduga dan dicurigai jika kegiatan tersebut diduga fiktif,” ujarnya, Kamis (08/07/2021).

Lebih lanjut pihaknya memaparkan, untuk meluruskan persoalan tersebut, LBH FORpKOT telah melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada Ketua Yayasan Ponpes Miftahul Ulum melalui pos Sumenep.

” Berdasarkan hasil laporan pengiriman di Website Pos Sumenep, pada tanggal 22 Juni kemarin, surat klarifikasi kami sudah diterima oleh pihak ketua yayasan. Namun sampai saat ini belum juga ada balasan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Ponpes Miftahul ulum, KH. Munip, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media www.panjinasional.net  di kediamannya tidak menampik jika pada tahun 2020 kemarin Yayasannya (Ponpes Miftahul Ulum) mendapat kucuran dana hibah Gubernur sebesar 1,5 miliard rupiah.

Namun dia membantah, jika kegiatan yang bersumber dari dana hibah tersebut dikatakan fiktif. Menurutnya, dana hibah tersebut bukan diperuntukkan untuk kegiatan pembangunan Pabrik Es melainkan untuk kegiatan Pengadaan Kapal Nelayan.

” Jadi memang dulu proposal/pengajuan awalnya untuk pembangunan Pabrik Es, tapi karena manfaatnya itu kurang prospek kepada Pondok Pesantren akhirnya kami rubah ke Pengadaan Kapal Nelayan,” kata KH. Munip, kepada media ini. Jum’at (09/07/2021) di kediamannya.

KH. Munip juga mengaku jika pembuatan Kapal Penangkap Ikan atau Kapal Nelayan sudah selesai dan sudah beroperasi sejak bulan kemarin.

” Kapalnya sudah beroperasi. Tapi untuk lebih jelasnya sampean konfirmasi kepada Pak Nuruz Zaman, karena beliau adalah ketua panitia pelaksana kegiatan. dan memang dari awal yang tahu terkait proposalnya adalah Pak Nuruz Zaman,” terangnya.

Terkait masalah surat permintaan klarifikasi dari LBH FORpKOT, lanjut dia, sampai saat ini belum menerima surat apapun. “Seandainya surat itu sampai kepada saya, sudah pasti saya balas. Apalagi cuman surat permintaan klarifikasi,” imbuhnya.@dar/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here